Krishna Kumari, wanita Hindu pertama anggota Legislatif Pakistan

Seorang wanita Hindu bernama Krishna Kumari terpilih menjadi senator di Pakistan, negara mayoritas beragama Muslim. The New York Times mengabarkan Selasa (6/3/2018), Krishna yang berasal dari kasta terendah itu, merupakan wanita pertama yang menjadi anggota legislatif di majelis tinggi.

Dengan demikian, Kumari yang berusia 39 tahun, anggota Partai Rakyat Pakistan, PRP akan sama-sama duduk sebagai anggota parlemen bersama 20 anggota partainya dan 12 partai oposisi Pakistan melawan Liga Muslim Pakistan, partai penguasa Pakistan yang hanya meraih 30 kursi.

Kemenangan Kumari dianggap sebagai berita gembira bagi kaum minoritas Hindu di Pakistan. Mereka yang hanya 4 persen dari 200 juta penduduk Pakistan, kebanyakan tinggal dan hidup miskin di Provinsi Sindh. Kaum Hindu Pakistan, dikabarkan mengalami tekanan dari berbagai kelompok militan Islam dan bahkan ditekan untuk menikah dengan warga Muslim.

Krishna Kumari berasal dari keluarga petani dan kasta Dalit, kasta terendah dalam strata masyarakat Hindu. Sejak kecil ia bekerja sebagai buruh tani, sementara keluarganya hidup ditahan oleh tuan tanah setempat. Meski menikah di usia 16 tahun, Kumari melanjutkan kuliah dan meraih gelar sarjana sosiologi di Universitas Sindh, Jamshoro. Krishna Kumari lalu bergabung di PRP pada 2010, dan dinominasikan menjadi kandidat di Senat Pakistan. Pencalonan itu atas inisiatif Bilawal Bhutto Zardari, putra Benazir Bhutto yang juga menjabat sebagai Ketua PRP.

‘’Komunitas di desa saya begitu gembira saat saya dinominasikan jadi Senator,’’ kata Kumari. Apalagi saya berniat memperjuangkan kaum minoritas Hindu di Pakistan. ‘’Saya tidak pernah melihat mereka gembira seperti itu,’’ tutur Kumari. ‘’Rasanya, kami seperti dikeluarkan dari parit. Akhirnya kami dianggap sebagai manusia,’’ tutur Krishna Kumari yang berasal dari kasta terendah Dalit itu.

 

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

3 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago