Gary D. Cohn, Penasehat Ekonomi Trump mundur dari Gedung Putih

Sejumlah pejabat Gedung Putih mengungkapkan, Gary D. Cohn, penasehat ekonomi Gedung Putih akan mengundurkan diri dalam waktu dekat ini. The New York Times melaporkan, Selasa (6/3/2018),  Gary D. Cohn mengundurkan diri setelah merasa bahwa Gedung Putih tidak memerlukan dia lagi.

‘’Terutama setelah Presiden Trump mengumumkan untuk menaikkan tarif  masuk bagi impor besi dan alumunium,’’ kata sumber itu. Lebih-lebih, Gary dikenal sebagai pendukung perdagangan bebas, dan percaya bahwa keputusan Trump dapat membahayakan pertumbungan ekonomi AS.

Bisa diduga bahwa keputusan Trump diambil setelah konsultasi panjang dengan Gary. ‘’Gary adalah penasehat ekonomi utama saya, dan dia menjalankan tugas dengan sangat baik. Antara lain membantu mewujudkan pemotongan pajak dan reformasi sehingga ekonomi AS bisa pulih kembali,’’ kata Trump dalam pernyataan tertulisnya kepada The New York Times. ‘’Dia penuh talenta dan saya berterima kasih atas dedikasinya bagi rakyat Amerika,’’ sambungnya.

Pengunduran diri Gary menambah panjang deretan mantan pejabat dan staf Gedung Putih yang keluar dari lingkaran kepemimpinan Presiden Donald Trump. Namun The New York Times menulis bahwa sebelumnya Gary D. Cohn juga ditawari menggantikan John F. Kelly sebagai kepala staf Gedung Putih. Presiden Trump sendiri tidak pernah menawarkan jabatan itu secara formal kepada Gary.

Sementara itu, sejumlah kolega dekatnya mengungkapkan, Gary Cohn memang berniat bertahan selama setahun, karena itu ahli ekonomi ini berhasil merampungkan sejumlah kebijaksanaan ekonomi bagi Presiden Trump. Termasuk potongan pajak bernilai total $ 1,5 trilyun yang disetujui pendukung Republik di Kongres dan Senat tahun lalu.

.

Recent Posts

Dari Nol di Negeri Orang: Pelajaran Hidup dari Berbagai Pekerjaan di Amerika

Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…

5 days ago

Diaspora Indonesia Tewas Ditabrak Pengemudi yang Menerobos Lampu Merah

Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…

1 week ago

Pesta Babi, Pembelajaran Demokrasi Kita

oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…

3 weeks ago

Generasi DACA dan Siklus Ketidakpastian Setiap Dua Tahun

Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…

3 weeks ago