Soal Ujian Bocor, Jutaan Pelajar India Terpaksa Ikut Ulang Ujian

Jutaan pelajar SLTA diminta mengikuti ujian ulang setelah soal pelajaran matematika dan ekonomi bocor lewat linimasa seperti WA dan Facebook, sebelum ujian berlangsung. The Guardian mengabarkan Kamis (29/3/2018), Menteri Pendidikan India Prakash Javadekar mengatakan, penyidikan tengah berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui bagaimana kertas ujian bisa bocor dan tersebar lewat WhatsApp sebelum ujian berlangsung.

‘’Pelaku kriminal yang melakukan hal ini bakal ketangkap. Saya yakin, polisi akan segera menangkapnya,’’ kata Prakash Javadekar. ‘’Saya menjamin, sistem ujian akan ditingkatkan sehingga tak bisa bocor lagi,’’ lanjutnya.

Polisi Delhi mengungkapkan 25 orang, temasuk pelajar dan pembimbing telah diperiksa, namun mereka tidak ditahan. ‘’Sejauh ini, kami tengah menulusuri kebocoran soal ujian itu. Kebanyakan pelajar atau pembimbing mengaku mereka menerima soal di WhatsApp,’’ tutur RP Upadhyay, komisioner polisi khusus Delhi.

Peristiwa memalukan itu terjadi setelah sistem Adhhar yang berisi data pribadi sekitar 1 milyar penduduk India juga bobol pekan lalu. Dan hal ini menjadi makanan empuk tokoh oposisi Rahul Gandhi. ‘’2,8 juta murid SLTA diminta mengulang ujian lagi? Benar-benar lucu. Siapa yang bertanggungjawab soal ini?’’ kata Rahul berkomentar. Ujian yan dikeluarkan Dewan Pusat Pendidikan Sekolah Lanjutan, dinilai krusial karena dinilai sebagai ujian penting bagi  para siswa untuk masuk ke perguruan tinggai bergengsi.

Mencontek atau mendapatkan soal ujian sering terjadi di India. Pada 2015, ratusan orang ditangkap di Timur Negara Bagian Bihar. Mereka naik ke bangunan tempat ujian berlangsung dan memberikan jawaban soal dari jendela kepada sanak saudaranya yang tengah mengikuti ujian. Tahun lalu, India heboh setelah setiap siswi diminta membuka BH karena dikhawatirkan menyelipkan jawaban.

 

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

3 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago