Amal Clooney, istri bintang tenar George Clooney, menjadi pendamping dua wartawan Reuters dalam persidangan di Yangoon, pekan depan. Kepastian itu disampaikan Kantor Pengacara Amal Clooney kepada Reuters, Kamis (29/3/2018).
Kedua wartawan Reuters, yakni Wa Lone, 31 dan Kyaw Soe Oo, 28 didakwa mencuri dokumen rahasia negara Myanmar. Namun kedua wartawan lokal Reuters itu tidak pernah diadili atau diajukan ke pengadilan sejak ditangkap Desember 2017. Mereka diajak seorang pejabat militer untuk minum kopi di sebuah warung, namun akhirnya mereka dijebloskan ke penjara.
Saat itu, mereka melakukan laporan investigasi untuk mengusut kasus pembunuhan 10 lelaki Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Peristiwa itu terjadi pada saat angkatan bersenjata Myanmar melakukan aksi penumpasan etnis Rohingya yang dimulai Agustus 2017 sehingga 700 ribu warga Rohingya melarikan diri ke luar Myanmar.
‘’Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dihukum hanya karena menulis berita,’’ tulis Amal Clooney dalam pernyataan yang dikeluarkan kantornya. ‘’Setelah kami ulas kembali, saya tak ragu lagi bahwa kedua wartawan itu tidak bersalah dan wajib dibebaskan segera,’’ lanjut Amal Clooney. ‘’Hasil dari kasus ini akan mencerminkan komitmen Myanmar pada hukum dan kebebasan berpendapat,’’ kata Amal Clooney.
Namun hal itu dibantah Dubes Myanmar untuk PBB, Hau Do Suan. Bulan lalu, ia menjelaskan bahwa kedua wartawan Reuters itu bukan ditahan karena melaporkan sebuah berita, melainkan ‘’Mendapatkan dokumen rahasia pemerintah secara ilegal,’’ kata Hau Do Suan. Pengadilan di Utara Yangoon akan mendengar argumentasi dari penuntut umum dan pengacara, 4 April 2018 nanti, untuk menentukan apakah kasus ini dapat dilanjutkan atau kedua wartawan itu bisa dibebaskan.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…