Aktris Natalie Portman tidak bersedia menghadiri upacara penghargaan ‘Jewish Nobel’ di Israel, karena tidak nyaman dengan peristiwa akhir-akhir ini. The Telegraph mengabarkan Jumat (20/4/2018), aktris kelahiran Yerusalem itu menyatakan tak merasa enak menghadiri acara di Israel.
‘’Kejadian akhir-akhir ini di Israel sangat menekannya, sehingga dia tidak merasa nyaman berpartisipasi dalam acara umum di Israel,’’ kata jurubicaranya. ‘’Hati nuraninya mengatakan agar dia tidak menghadiri acara itu,’’ sambung jurubicara Natalie.
Meski pernyataan itu tak menyebut secara spesifik, namun yang dimaksud adalah aksi militer Israel menghadapi para demonstran Palestina di perbatasan Gaza-Israel. Belasan warga Palestina tewas dalam aksi demo yang berlangsung sejak dua pekan lalu. 83 orang luka parah dan ribuan warga Palestina semakin mendekati perbatasan Israel, Jumat kemarin.
Keputusan Natalie Portman memicu kecaman dari Partai Likud. Bahkan, Oren Hazan, politikus Israel menyerukan agar Natalie Portman dicopot sebagai warga negara Israel. Dengan demikian, Natalie Portman yang memiliki kewarga negaraan ganda, hanya memiliki satu kewarga negaraan AS saja. Sementara Menteri Pendidikan Israel, Miri Regev menyebut Natalie sebagai ‘’Buah masa yang jatuh ke tangan pendukung BDS,’’ kata Miri Regev. BDS singkatan dari Boikot, Divestasi dan Sanksi yang dikumandangkan Palestina.
Tak jelas apakah Natalie Portman masih menerima hadiah uang $ 2 juta, yang sedianya akan disumbangkan ke sebuah yayasan kanker. Aktris peraih Oscar dalam film Black Swan, 2010, itu pernah mengecam PM Israel Benjamin Netanyahu pada 2015. ‘’Saya merasa marah dan kecewa kenapa dia terpilih lagi. Saya tidak suka dengan komentarnya yang rasis dan mengerikan,’’ kata Natalie Portman yang masih berusia 36 tahun itu.
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…