Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menghentikan percobaan senjata nuklir dan peluru kendali serta menutup fasilitas uji coba nuklirnya. The New York Times mengabarkan, hal itu diungkap media Korea Utara Sabtu pagi (21/4/2018). ‘’Tempat uji coba nuklir telah menyelesaikan tugasnya,’’ kata Kim Jong-un.
Pengumuman itu dikeluarkan menjelang pertemuan puncak antara Kim Jong-un dengan Presiden Korsel Moon Jae-in yang disusul pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam sebuah pernyataannya usai menghadiri pertemuan dengan Komite Sentral Partai Pekerja, Kim Jong-un menandaskan negerinya tidak membutuhkan lagi nuklir dan rudal jarak jauh.
Dalam kesempatan itu, Kim Jong-un tidak menyebutkan bahwa instalasi senjata nuklirnya akan dibongkar, juga peluru kendali jarak jauh yang selama diuji coba berkali-kali. ‘’Bahkan ia menyebutkan akan menyimpan persenjataan tersebut,’’ tulis harian The New York Times.
Presiden Donald Trump menyambut antusias, kesediaan Kim Jong-un itu. ‘’Korea Utara setuju membekukan kegiatan uji coba nuklirnya dan menutup sejumlah fasilitas nuklirnya,’’ bunyi cuitan Trump lewat Twitternya. ‘’Ini merupakan kabar baik dari Korut dan dunia. Sebuah kemajuan yang sangat besar. Kami tunggu pertemuan puncak kita,’’ tambah Trump.
Pengumuman itu keluar sehari setelah pihak Korea Utara dan Korea Selatan sepakat memasang jalur telepon khusus. Presiden Korsel Moon akan memasang di ruang kerja presidennya, demikian juga yang dipasang oleh Kim Jong-un. Jalur khusus pertama kali ini akan digunakan oleh kedua pemimpin Jumat pekan depan, sebelum keduanya melakukan pertemuan puncak. Belum ditentukan waktunya. Selama ini jalur telepon khusus hanya tersedia di perbatasan Korut-Korsel di Panmunjom, yang masing-masing dijaga oleh petugas.
‘’Jalur telepon khusus itu telah dicoba oleh pejabat tinggi masing-masin negara, Jumat kemarin,’’ tutur Youn Kun-young, direktur ruang situasi pemerintah di Rumah Biru, istana kepresidenan Korsel. ‘’Dalam pembicaraan selama empat menit itu, kami membicarakan tentang kondisi cuaca,’’ kata Youn. ‘’Kualitas suaranya juga bagus. Seperti berbicara dengan tetangga sebelah,’’ ujar Youn Kun-young.
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…