Categories: EconomyPolitics

Gaji Pegawai Negeri Palestina Dipotong Jelang Ramadhan

Otoritas Palestina memangkas gaji staf dan pegawai negerinya sebesar 20% dan belum membayar gaji bulan Maret kemarin.

Kantor berita Reuters mengabarkan, pemotongan gaji itu dilakukan Kamis (3/5/2018). Sebanyak 38 ribu pegawai negeri di Jalur Gaza baru mengetahui pemotongan itu saat mereka hendak mengambil uang gaji mereka di bank. Menjelang bulan Ramadhan, penarikan uang cukup besar terjadi di Jalur Gaza. Sebaliknya, warga Palestina yang berada di Tepi Barat, yang dikuasai Israel, tetap menerima gaji utuh.

‘’Mereka gagal menyelesaikan masalah ini melalui dialog,’’ tutur Eyad Kalloub, pegawai negeri berusia 40 tahun yang menuju ke salah satu bank. ‘’Masalah ini tak bisa diselesaikan dengan mengorbankan pegawai miskin,’’ lanjutnya.

Sejumlah pejabat Palestina mengungkapkan, langkah itu dilakukan untuk memberikan tekanan bagi kelompok Hamas agar melepaskan kendali di Jalur Gaza. Sementara, penundaan gaji bulan lalu, menurut mereka, terjadi karena kesalahan teknis dalam sistem penggajian pemerintah. Para pengamat ekonomi menjelaskan, Otoritas Palestina hendak memangkas kutipan pajak oleh Hamas, yang digunakan untuk menggaji 40 ribu pegawai negeri yang direkrut sejak 2007 silam.

Lebih separuh penduduk Gaza tergantung pada bantuan internasional. 43,6% di antara warga berusia produktif menjadi penganggur, jumlah tertinggi di seluruh dunia. Sementara itu, penyediaan fasilitas air minum dan listrik pun semakin minim. 

‘’Apa yang akan saya lakukan  di bulan Ramadhan nanti,’’ tanya Jamal Abu Gholy. Pegawai negeri berusia 38 tahun itu mendapati akun banknya kosong melompong karena belum menerima gaji. Padahal, Jamal terlanjur meminjam dana dari bank. ‘’Saya tidak bisa hanya makan keju dan selai saja kan? Kami ingin menyampaikan pada Presiden Mahmoud Abbas: Tolong tunjukkan belas kasihan kepada kami ini,’’ sambung Jamal Abu Gholy penuh harap.

.

Recent Posts

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

1 week ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

2 weeks ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 months ago