Manifesto Al Quran Diterbitkan Koran Le Parisien, Prancis

Sebuah manifesto yang terbit di Harian Prancis Le Parisien, menyebutkan Al Quran mengandung kebencian dan mendorong upaya pembunuhan bagi kaum Kristen dan Yahudi.

The Atlantic mengabarkan Kamis (3/5/2018) manifesto yang diterbitkan 21 April, ditanda tangani 300 tokoh intelektual dan politikus Prancis. Termasuk mantan Presiden Nicholas Sarkozy dan PM Manuel Valls. Bahkan sebelumnya ada rencana, Prancis berencana melakukan restrukturisasi Islam, dan menuntut agar sejumlah ayat dihapus.

Menurut The Atlantic, manifesto itu juga menyebutkan bahwa Muslim melakukan pembersihan etnis Yahudi, sehingga banyak keluarga Yahudi meninggalkan sejumlah kawasan di pinggiran kota. Manifesto itu terbit sebulan setelah pembunuhan Mireilli Knoll, wanita Yahudi yang ditusuk oleh pelaku yang mengumandangkan ‘’Allahu Akbar’’. Peristiwa yang sama terjadi tahun lalu atas diri Sarah Halimi, yang mati dipukuli dan dibuang dari balkon apartemennya.

Tentu saja manifesto itu mengundang protes warga Muslim di Prancis. 30 imam menanda tangani surat terbuka di Harian Le Monde mengecam manifesto tersebut. The Observatory for Islamphobia, organisasi yang berafiliasi dengan Mesir menggambarkan manifesto itu sebagai ‘kebencian rasialisme’ dan membuktikan, ‘’Prancis bukanlah negara yang menerima Islam. Tareq Oubrou, imam di Masjid Agung Bordeaux menyebutkan, melakukan reformasi Quran sama halnya dengan menghujat kitab suci kaum Muslim. ‘’Adalah Muslim yang bodoh yang menghapus teks dari konteks sejarah mereka,’’ kata Tareq Oubrou.

Manifesto itu diperkirakan bakal memicu kerusuhan lain bagi Prancis yang kerap kali mengundang protes kaum Muslim. Di antaranya peristiwa Charlie Abdo pada 2012. ‘’Meski ayat Al Quran yang dianggap anti-Semit itu dihapus, namun kebencian terhadap Yahudi tidak bakal sirna,’’ kata Tareq Oubrou. ‘’Yang perlu diubah adalah persepsi. Bukan teks atau ayat-ayat Quran,’’ sambungnya.

.

Recent Posts

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

58 minutes ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

3 days ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

3 weeks ago

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 month ago