Categories: AchievementPolitics

Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Indonesia terpilih untuk keempat kalinya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) dalam pemungutan suara yang digelar di Majelis Umum PBB di New York, Jumat (8/6). Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk Periode 2019-2020. Indonesia terpilih dengan perolehan suara sebanyak 144 dari 190 negara anggota MU PBB. Adapun Maladewa yang menjadi pesaing Indonesia hanya memperoleh 46 suara.

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB diumumkan oleh Presiden Majelis Umum PBB Miroslav Lacjak. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi memaparkan empat fokus yang bakal diusung Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Keempat fokus itu antara lain memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global untuk menyelesaikan konflik secara damai.

Selain itu meningkatkan kapasitas peran pasukan perdamaian PBB, termasuk peran perempuan. Juga meningkatkan sinergi antar-organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian. Serta mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi untuk berkontribusi pada agenda pembangunan PBB 2030. “Selain empat fokus tentunya isu Palestina akan menjadi perhatian indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB,” kata Menlu RI lewat video conference dengan wartawan di Kementerian Luar Negeri, Jumat (8/6).

Indonesia pernah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB yakni periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. Lima anggota baru yang akan terpilih Jumat (8/6) akan menggantikan Bolivia, Ethiopia, Kazakhstan, Belanda dan Swedia. Negara-negara anggota tidak tetap DK PBB yang baru terpilih akan mulai menempati posisinya di DK PBB pada 1 Januari 2019.

Isu Palestina akan menjadi salah satu isu yang bakal dikedepankan Indonesia di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa. Sidang Majelis Umum PBB memilih Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2019-2020.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi memaparkan empat fokus yang bakal diusung Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Keempat fokus itu antara lain memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global untuk menyelesaikan konflik secara damai.

 

Selain itu meningkatkan kapasitas peran pasukan perdamaian PBB, termasuk peran perempuan. Juga meningkatkan sinergi antar-organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian. Serta mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi untuk berkontribusi pada agenda pembangunan PBB 2030. “Selain empat fokus tentunya isu Palestina akan menjadi perhatian indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB,” kata Menlu RI lewat video conference dengan wartawan di Kememterian Luar Negeri, Jumat (8/6). (Natalia Santi/CNN Indonesia)

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

4 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

1 week ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago