Categories: Politics

Fox News Minta Maaf Karena Sebut Hillary Seperti Penyakit Herpes

Fox News akhirnya minta maaf karena Anna Paulina, pembawa acaranya, menyebut Hillary Clinton seperti penyakit Herpes. “Kita semua orang Amerika, dan itu fokusnya, dan kami ingin menyampaikan sekali lagi bahwa kami tidak memaafkan ucapan Anna Paulina di sini, dan kami memohon maaf pada Menteri Clinton untuk itu, Fox tidak memaafkan sentimennya” papar Arthel Neville seorang pembawa berita Fox News.

 

Anna Paulina dilibatkan dalam diskusi yang mengangkat topik menyelidiki Hillary Clinton, namun ia mengawalinya dengan diskusi tentang perbatasan di selatan Amerika Serikat (AS) dan sejarah pelegalan pasukan cadangan abad ke-20. Pembicaraan tersebut membuat bingung tamu lain, sebab yang sedang dibahas adalah email Clinton.

Pembawa acara Rick Leventhal mengatakan bahwa Clinton masih memperoleh perhatian rakyat, tiba-tiba Paulina berkomentar, “Dia tidak akan menyingkir, dia seperti Herpes,” kata Paulina dalam potongan video yang dilansir dari South China Morning Post pada Sabtu (24/11). Analis politik Dough Schoen yang juga disandingkan dengan Paulina menyeringai.

Sedangkan Leventhal agak bingung namun segera sadar dan berusaha memulihkan keadaan “Oke. Itu berita dan kami jeda akhiri di sini. Tidak pantas,” lalu pembicaraan dengan Paulina segera diakhiri lebih awal, Leventhal segera memohon maaf pada para penonton karena ucapan Paulina.

Paulina adalah Direktur Spanish Engagement di Turning Point USA, kelompok konservatif yang dibentuk untuk menandingi bias liberal di kampus-kampus. Kelompok ini tidak merespons saat dimintai komentar dan website-nya hanya sekali menyebut Paulina satu kali saat Ia berbicara di bulan Oktober.

Perwakilan dari Clinton belum memberikan respons pada komentar itu. Masih belum jelas apakah Paulina yang menjadi tamu undangan di Fox News akan kembali diundang suatu saat. Juru bicara jaringan televisi itu menekankan kembali permohonan maaf Neville dan menolak berkomentar lebih jauh. Akurat co.id

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

2 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

4 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

1 week ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago