Kanal berita The Huffington Post, akan mengurangi sejumlah karyawan dan wartawannya dalam waktu dekat ini. Langkah itu dilakukan setelah Verizon, perusahaan induknya mengurangi 7% tenaga kerjanya.
Para wartawan dan karyawan The Huffington Post diberi edaran berisi jadual menghadap ke bagian personalia, Kamis 24 Januari 2019 lalu, untuk mengetahui apakah bakal dipecat atau tetap dipertahankan. ”Tujuan kami untuk menyajikan layanan prima dan menampilkan platform terbaik bagi pelanggan kami,” bunyi pernyataan resmi jurubicara Verizon.
Banyak cerita yang keluar dari para wartawan portal berita kondang itu. Di antaranya Jason Cherkis, reporter yang pernah dinominasikan meraih hadiah Pulitzer tahun 2016. Juga Bryan Maygers, pengasuh kolom opini di Huffington Post. ”Tidak akan ada lagi rubrik opini. Saya dan teman-teman akan diberhentikan,” katanya.
The Huffington Post didirikan oleh Ariana Huffington, yang mengundurkan diri dari jabatan pemimpin redaksi pada 2016 silam. Ia digantikan Lydia Polgreen. Dalam pernyataan resminya, Polgreen mengungkapkan bahwa hari itu merupakan hari paling sulit yang dihadapi portal berita itu. ”Kami tetap komitmen dengan jurnalisme berkualitas tinggi, yang mencerminkan beragamnya pembaca seluruh dunia,” tulis Lydia Polgreen.
Verizon, perusahaan induk Huffington, akan merumahkan 800 karyawannya. Tak jelas apakah jumlah itu termasuk karyawan dan wartawan The Huffington Post. Sebuah sumber mengungkapkan portal kondang itu mengurangi 200 karyawannya. Sejauh ini industri media massa AS kehilangan 1000 karyawannya di seluruh AS. (DP).
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…