Categories: Entertainment

Lelaki Monster Singapura Dipenjara 25 Tahun dan Dirotan 24 Kali

Seorang lelaki warga Singapura diganjar hukuman 25 tahun penjara karena menjual istri dan putrinya menjadi pelacur, Selasa 19 Februari 2019.

Harian South China Morning Post mengabarkan, lelaki yang tak disebut namanya itu, juga dihukum 24 kali dirotan dan denda sebesar $ 8.840 atau sekitar Rp 126 juta.

Hukuman berat itu dijatuhkan Pengadilan Tinggi Singapura, karena lelaki itu dinilai pantas mendapatkan hukuman seberat-beratnya. ”Lelaki 27 tahun itu layak disebut Monster!” tutur Eunice Lau, deputi Penuntut Umum Singapura.

Bayangkan, ia memaksa istrinya menjadi pelacur lewat iklan internet, menggunakan kekerasan fisik dan emosi, dan mematok jumlah pelanggan yang harus dilayani. Dalam jangka waktu tiga bulan pada 2016, istrinya diminta melayani lebih dari 100 lelaki sehingga menghasilkan S$ 11 ribu, atau sekitar Rp 114 juta lebih. Bahkan, lelaki itu merekam adegan seks istrinya bersama tamu, secara diam-diam.

Bahkan Pengadilan Tinggi Singapura mendengar lelaki itu melakukan pelecehan seksual terhadap putrinya yang berusia 6 tahun dan keponakannya berusia 13 tahun. ”Ketiga wanita menjadi korban keganasan pelaku,” tutur Eunice Lau di pengadilan singapura. (DP).

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

5 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

7 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago