Apple Luncurkan Empat Produk Layanan bagi 900 Juta Pengguna di Dunia

Apple meluncurkan empat produk barunya. Yaitu, Apple News Plus, Apple TV Plus, Kartu Kredit Apple dan Apple Arcade. Di hari peluncuran produknya di Steve Job Theater di Cupertino, California, Senin kemarin, CEO Apple, Tim Cook mengungkapkan keempat produk tersebut.

Untuk itu, Apple mengundang sejumlah artis dan aktor kondang seperti Oprah Winfrey dan Reese Witherspoon, juga sutradara kondang Steven Spielberg, serta Jason Momoa, Alfre Woodward, tokoh kartun Big Bird dari Sesame Street serta Kumail Nanjiani.

Para selebriti itu memang ada hubungannya dengan Apple TV Plus. Produk baru itu, berupa video streaming yang diluncurkan untuk bersaing dengan produk sejenis seperti Netflix, Hulu, Amazon Prime. Nama-nama ini adalah produser tayangan televisi dan film yang selama ini dikenal merajai dunia hiburan AS. Mereka juga diperkirakan bakal mengalahkan jaringan televisi biasa seperti ABC, NBC, FOX dan lainnya yang mulai ditinggalkan kaum milenial.

Belum jelas berapa besar iuran langganan yang dipatok Apple. ”Mungkin tidak akan melebihi iuran para pendahulunya yang rata-rata cuma $ 10.00 atau sekitar Rp 140 ribu sebulan,” tulis Fox News. Dan besar kemungkinan bakal mengancam kedigdayaan Hollywood.

Produk kedua yang diluncurkan adalah Apple News Plus. Dengan iuran bulanan hanya $ 10.00 atau Rp 140 ribu, Apple memanjakan pembaca dengan sejumlah berita dari 300 majalah dan kantor berita. Termasuk The New Yorker, Sport Illustrated, LA Times dan lainnya, kecuali The New York Times dan The Washington Post, serta Huffington Post tiga raksasa media yang dipercaya dunia. Koran bisnis dan ekonomi The Wall Street Journal, yang mematok iuran $ 40.00 atau empat kali lipat iuran bulanan lainnya, juga belum ditampilkan di Apple News Plus.

Produk ketiga adalah Apple Card. Kartu Kredit tanpa nomor – dan versi digital – menjadi andalan Apple sejak lama. Transaksi dan pembayaran lewat Apple Wallet masih digunakan, karena dengan produk inilah Apple dikenal mampu melindungi pelanggannya dari peretasan dan pencurian identitas. Tentu saja, para pemohon kartu kredit ini, harus memenuhi prasyarat nilai kredit tinggi yang biasa diterapkan oleh produser kartu kredit Visa, Master, American Express dan lainnya.

Produk keempat pelayanan game atau permainan komputer dari genggaman penggunanya. Belum jelas berapa iuran bulanan bagi layanan yang akan diluncurkan September 2019 nanti. Yang pasti Apple menjanjikan 100 jenis game baru bagi pelanggan eksklusif dan pemain game profesional.

Bisa dipastikan, keempat produk baru itu bakal mendongkrak penjualan Apple yang konon tengah lesu beberapa tahun ini. Produk-produk Apple yang kini berada di tangan 900 juta manusia itu, akan menambah pemasukan kocek Apple sekitar $ 1 miliar sampai $ 2 miliar.

Yang menarik adalah analisa keuangan Goldman Sachs. Perusahaan keuangan yang digandeng untuk mengelola keuangan kartu kredit Apple ini, meramalkan 8,5 juta pelanggan gratis aplikasi bulanannya, bisa untuk membayar langganan News App misalnya.

”Meski produk parangkat keras Apple menangguk keuntungan $ 40 miliar dari total penjualan $ 266 miliar tahun 2018, namun produk layanan akan didorong lebih besar lagi,” tulis The Economist. (DP).

.

Recent Posts

Pilu Siswi Korban Rudapaksa di Banyumas, Sempat Dikeluarkan dari Sekolah

Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…

2 days ago

Bisnis Pernikahan Palsu di AS: Bayar $100 Ribu demi Green Card

Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…

3 days ago

Kegiatan Kereta Kencana di Taman Central Park New York Dihentikan tahun 2028

Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…

6 days ago

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

2 weeks ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

3 weeks ago