India Larang Permainan PUBG Agar Para Bocah Tidak Psikopat

India melarang permainan ‘PlayerUnknown Battleground’ karena menyebabkan pemainnya mengalami psikopat. ”Akibatnya sangat berbahaya. Banyak bocah kehilangan keseimbangan mentalnya,” tulis Harian Navbharat Times, dalam editorialnya.

Bloomberg mengabarkan Ahad 24 Maret 2019, menuliskan ‘PlayerUnknown Battleground atau lazim disingkat PUBG itu, mirip kompetisi Hunger Games. Sekitar 100 pemain akan saling tembak dengan senjata mesin, sampai satu orang yang tampil sebagai pemenang.

 

Tidak satu orang pun di India yang tak keranjingan permainan itu. Apalagi, sebuah kompetisi yang digelar di Barat Hyderabad, menyedot 250 ribu peserta dari 1000 perguruan tinggi di kawasan itu. Satu kelompok pelajar berhasil meraih hadiah utama bernilai 1,5 juta Rupee atau sekitar Rp 300 juta lebih. Hal ini semakin mendorong maraknya permainan komputer yang kini dimainkan sebanyak 500 juta pemilik telepon pintar India.

”Ada adegan kekerasan dan banyak tembak-tembakan, sehingga banyak bocah seperti saya yang suka dengan permainan ini,” tutur Aryaman Joshi. Bocah berusia 13 tahun ini setiap hari memainkan PUBG selama beberapa jam.

Beberapa pemerintah daerah di India telah mengeluarkan larangan, atau mengurangi jam bermain bagi para pengguna telepon genggam. Tak jelas bagaimana mereka memantau para pelanggar. Yang pasti 10 mahasiswa di India Barat ditangkap polisi karena main PUBG.

Sementara itu, dalam sebuah pertemuan bulan lalu, seorang ibu mengeluh kepada PM India, Narendra Modi, karena anaknya keranjingan main game. ”Main PUBG ya?” tanya Modi. Bahkan seorang bocah 11 tahun, menuntut ke pengadilan di Mumbai agar PUBG dilarang.

 

Karena kasus ini dianggap baru, tidak ada peraturan jelas yang bisa diterapkan di India. Sebuah klinik penanggulangan kecanduan main game telah didirikan di Bangalore. Klinik yang dijalankan Institut Nasional Kesehatan Mental dan Penyakit Saraf itu, merekam kasus-kasus keranjingan permainan PUBG.

Seorang bocah berusia 11 tahun dibawa orang tuanya, karena ingin keluar dari sekolah, agar bisa menjadi pemain profesional PUBG. ”Permainan itu patut dilarang bagi pengguna di bawah umur,” tutur Dr. Manoj Sharma, kepala klinik itu. ”Para pecandu main game sudah tidak proporsinal lagi,” lanjutnya. (DP)

.

Recent Posts

Tergiur Kerja di AS, Sejumlah WNI Diduga Tertipu Rp2,8 Miliar

Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…

4 days ago

Ribuan Tenaga AI India Terancam Diekstradisi?

Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…

1 week ago

Kasus Skema Ponzi Marganda: Theresia Jaya Masuk Tahanan ICE

Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…

2 weeks ago

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

2 weeks ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

3 weeks ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 weeks ago