Categories: EconomyPolitics

Parlemen Singapura Segera Sahkan UU Anti Berita Bohong

Pemerintah Singapura bakal mengesahkan RUU Anti Berita Bohong atau Hoax yang digodok di Parlemen pekan ini. Partai Aksi Rakyat, PSP yang menguasai parlemen menilai RUU tersebut penting untuk melindungi warga Singapura. Selain itu, bakal memberi pelajaran pada dampak berita Hoax beredar. ”Khususnya berdampak buruk pada keharmonisan rasial dan agama,” seperti ditulis kantor berita BBC London.

 

Pada intinya, RUU Anti Hoax tersebut memberi kekuasaan bagi Pemerintah Singapura untuk menentukan berita mana yang dianggap bohong atau tidak.

Jika ada konten berita di sebuah portal yang dianggap bohong, maka Pemerintah Singapura bisa menyatakan bahwa berita itu keliru. Selanjutnya, Pemerintah Singapura akan mengoreksi dan memerintahkan agar media yang melakukan kesalahan memuat berita hasil koreksian tersebut.

Bila RUU Anti Hoax itu disahkan parlemen, maka sejumlah berita lokal maupun luar negeri bakal terkena dampaknya. Tidak hanya penulisnya yang dikenai sanksi atau hukuman, tetapi juga media sosial seperti Facebook, Google dan Twitter yang masing-masing memiliki perwakilan di Singapura.

Selain itu majalah dan koran luar negeri juga tak bisa lepas dari RUU itu. Mereka termasuk BBC, Financial Times, Wall Street Journal dan Kantor berita Reuters yang membuka kantor perwakilan di Singapura juga harus tunduk pada RUU Anti Berita Bohong tersebut.

 

Hukuman bagi pelanggarnya, bisa hukuman penjara atau denda, ”Pengacara tahu kok, mana yang benar dan mana yang salah,” kata Kasiviswanathan Shanmugam, Menteri urusan dalam negeri dan Hukum Singapura.

Tak pelak lagi, RUU itu mengundang pro dan kontra di Singapura. ”Dampaknya bisa dirasakan dalam waktu dekat ini,” ujar Sudhir Vadaketh. ”Warga Singapura tidak mau lagi berbagi atau memberi komentar lewat internet,” tambah penulis Singapura.

Sudhir Vadaketh melanjutkan, ”Bila rakyat biasa takut membicarakan sesuatu, maka mereka tidak hanya ragu untuk bicara tentang rasialisme atau agama misalnya. Mereka jadi takut mengkritik kebijaksanaan pemerintah,” sambungnya. ”Mereka bakal was-was bila mengeluarkan komentar tentang apa saja yang terjadi di Singapura,” katanya kepada BBC. (DP).

.

Recent Posts

AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…

2 days ago

Ribuan Pencari Suaka di New York Terancam Dideportasi Tanpa Sidang

Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…

4 days ago

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

4 weeks ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

4 weeks ago

AAPI Adults Voice Growing Concern Over U.S. Political Climate

Cost of living, inflation, and immigration: buzzwords that encapsulate the main topic of news outlets.…

1 month ago

Tarik-Ulur Penetapan Status Bencana Nasional

Sabtu, 6 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 916 orang meninggal dunia,…

1 month ago