Musisi keroncong Mus Mulyadi dikabarkan tutup usia. Meninggalnya Mus disampaikan oleh putranya, Erick Renanda melalui akun Instagramnya pagi ini. “Selamat jalan Papa, papa udah ga sakit lagi… maaf in aku yang belum bisa membahagiakan papa papa sudah bersama Bapa disurga. Amin,” tulis Erick dalam unggahan Instagramnya dikutip Kamis (11/4).
Unggahan Erick disertai foto tangan sang musisi yang dijuluki “Buaya Keroncong” itu dibalut selang infus. Sejak dua hari lalu, Erick memang telah mengunggah keadaan ayahnya yang tengah sakit.
Berturut-turut, Erick hanya mengunggah foto tangannya yang tengah memegang tangan ayahnya yang sedang diinfus. Dari lokasi yang ditautkan, Mus sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. “Meninggal di jam 9.08 tadi pagi. Dari dirawat di rumah sakit Pondok Indah, tadi habis sarapan, terus meninggal,” kata Erick saat dihubungi awak media, Kamis (11/4).
Mus Mulyadi menjalani perawatan karena sakit gula yang dideritanya. Sebelum wafat, Mus sempat menyampaikan jika kondisi tubuhnya sempat membaik. “Bilangnya sudah enakan padahal tadinya. Gulanya juga sudah turun, habis makan beliau bilang makanannya enak, he he he. Sudah habis itu hilang, ke rumahnya, ke rumah Bapa di Surga,” kata Erick.
Jenazah Mus kini dibawa ke Rumah Duka Dharmais. Rencananya Mus Mulyadi akan dimakamkan setelah salah satu anaknya tiba di tanah air. “Karena ini sedang menunggu kakak saya, kakak saya di Australia, menunggu kakak saya pulang. Mungkin dua hari ya di rumah duka,” katanya. (indonesiainside.id)
Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…
Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…
Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…
Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…
Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…