Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Rusia Vladimir Putin, berjumpa pertama kali, dalam pertemuan puncak di Vladivostok. Kedua pemimpin negara itu berjabat tangan di Pulau Russky, di dekat kota pelabuhan Vladivostok, di timur jauh Rusia, Kamis (25/04).
BBC Indonesia mengabarkan, Rusia mengatakan kedua pemimpin negara akan membahas “masalah nuklir” di semenanjung Korea, tapi Kim juga disebut sedang mencari dukungan setelah perundingan dengan AS gagal.
“Saya yakin kunjungan Anda hari ini ke Rusia akan membantu kami untuk lebih memahami bagaimana kami dapat menyelesaikan situasi di semenanjung Korea dan apa yang dapat dilakukan Rusia untuk mendukung proses positif yang sedang terjadi saat ini,” kata Putin.
Kim mengatakan dia berharap “pertemuan yang sangat berguna dalam mengembangkan hubungan kedua negara, yang memiliki persahabatan dan sejarah panjang, menjadi lebih stabil dan sehat”.
Sebelumnya, Kim tiba dengan kereta api di Vladivostok pada hari Rabu (24/04) menjelang acara yang akan menjadi perundingan pertamanya dengan Presiden Rusia. Pemimpin Korea Utara menyapa para pejabat Rusia dengan hangat pada saat kedatangannya.
Kim dihibur oleh band kuningan sebelum masuk ke dalam sebuah mobil, diapit para pengawal yang berlari-lari kecil di samping kendaraan saat berangkat. “Saya tiba di Rusia dengan membawa perasaan hangat rakyat kami, dan seperti yang sudah saya katakan, saya harap kunjungan ini akan berhasil dan bermanfaat,” kata Kim kepada Russian TV, tak lama setelah melintasi perbatasan di Khasan.
“Saya berharap selama pembicaraan dengan Presiden Putin yang terhormat, saya dapat membahas secara konkret masalah-masalah yang berkaitan dengan penyelesaian situasi di semenanjung Korea, dan perkembangan hubungan bilateral kami.” (BBC Indonesia.com)
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…