Categories: EconomyPolitics

Presiden Trump Menunda Operasi Penggrebegan Imigran Ilegal. Kenapa?

Presiden Donald Trump menunda operasi penggrebegan imigran ilegal oleh ICE yang semula dijadualkan akan digelar Ahad. Penundaan itu disampaikan Presiden Trump lewat cuitan Twitter yang dikirim Sabtu 22 Juni 2019.

 

”Atas permintaan Demokrat, saya menunda proses deportasi imigran ilegal sampai dua pekan mendatang, sambil menunggu apakah Demokrat dan Republik dapat mencari solusi untuk menyelesaikan masalah asilum dan masalah Perbatasan Selatan, ” tulis Trump. ”Kalau tidak, deportasi akan dimulai,” sambungnya.

Menurut CNN, penundaan itu dilakukan setelah Ketua Parlemen AS, Nancy Pelosi mendesak Trump untuk menghentikan penggrebegan yang dinilainya sebagai tindakan brutal tanpa perasaan. ”Mereka pekerja keras dan anggota komunitas bagi negara kita. Tindakan presiden itu, tidak bisa membedakan mana pelanggaran, dan mana yang tergolong tindak kriminal serius,” kata Pelosi dalam pernyataannya.

Sementara itu, sebuah sumber CNN menyebutkan Pejabat Sementara Menteri Keamanan Dalam Negeri Kevin McAleenan meragukan elemen dasar operasi penggrebegan yang rencananya akan digelar di 10 kota AS. Sumber itu mengungkapkan Kevin McAleenan menentang operasi itu karena berdampak buruk terhadap upaya negosiasi yang tengah dilakukan antara Pemerintahan Gedung Putih dengan anggota Kongres Demokrat. Yaitu, negosiasi untuk menambah  dana operasional satuan ICE.

Seperti diketahui, terbatasnya dana dan petugas imigrasi membuat upaya deportasi berlangsung lama dan alot. Permintaan Gedung Putih untuk menambah dana $ 4,5 miliar belum disetujui Kongres. Padahal dana itu diperlukan untuk menanggulangi transportasi dan operasi penggrebegan ICE sebesar $ 33,7 juta. Belum lagi biaya $ 340 juta untuk menambah peralatan tempat tidur di sejumlah rumah tahanan imigrasi.

 

Untuk menunjukkan sikapnya menentang operasi itu, Kevin McAleenan dikabarkan membocorkan rencana penggrebegan itu ke media massa AS. ”Kami tahu siapa yang membocorkan operasi penggrebegan tersebut,” tutur Tom Homan, mantan Direktur ICE. Awalnya, banyak pihak yang heran kenapa operasi itu diumumkan sebelum digelar. Tapi sejumlah sumber CNN menyebutkan, bocornya operasi itu sekaligus mencerminkan adanya perseteruan di antara lingkaran satu pemerintahan Gedung Putih.

Lalu apa jadinya, bila dana tambahan itu disetujui oleh Kongres? Juga, apa yang akan terjadi apabila Kongres tidak bersedia meluluskan permintaan Gedung Putih? Apakah operasi penggrebegan itu akan dilanjutkan, seperti janji Presiden Trump yang akan melanjukan operasi itu dalam dua pekan mendatang. (DP).

.

Recent Posts

Nonton World Cup di Philly? Pulangnya Gratis Naik SEPTA

Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…

2 hours ago

Mengenang James F. Sundah, Sang Penulis “Lilin-Lilin Kecil” yang Menyalakan Harapan Generasi

Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok pentingnya. Kabar wafatnya James F. Sundah pada…

4 days ago

Keluarga Imigran di Tengah Pemotongan SNAP

Bagi banyak keluarga imigran dan pekerja berpenghasilan rendah di Amerika Serikat, kartu SNAP bukan sekadar…

4 days ago

AS Bongkar Jaringan Scam Asia Tenggara

Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…

7 days ago

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

2 weeks ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

2 weeks ago