Categories: Politics

Imigran Asia Lebih Cemas Hadapi Kebijaksanaan Imigrasi Pemerintahan Trump

Imigran Asia lebih cemas menghadapi kebijaksanaan Presiden Donald Trump dewasa ini. Terutama tentang upaya deportasi bagi para imigran gelap yang memohon suaka politik atau asilum. Apalagi ICE akan melakukan penggrebegan dalam dua minggu ke depan.

 

The Huffington Post mengabarkan jumlah imigran Asia kini mencapai 1,7 juta jiwa atau tiga kali lipat dibandingkan 15 tahun lalu. Dan, 15% di antara mereka tidak memiliki dokumen apapun. ”Mereka dijadikan sasaran utama petugas ICE dibandingkan ras lain,” tutur Jo-Ann Yoo.

Jo-Ann Yoo, Direktur Eksekutif Asian American Federation, AAF menjelaskan pada bulan Februari 2019 lalu, imigran China menduduki 21% warga asing yang diadili di pengadilan imigrasi New York. Sedangkan imigran India menempati angka 10%.

Menurut Howard Shih, direktur riset dan kebijakan AAF, mereka menjadi sasaran karena warga China banyak yang meminta asilum ke AS. Hal ini membuat posisi imigran China semakin sulit, lebih-lebih karena mereka sering ditolak permohonannya.

Apalagi, imigran atau komunitas Asia adalah ras yang paling miskin di antara ras lain di New York. Sementara itu, di negara bagian lain, komunitas Asia lainnya juga bernasib sama. Kevin Lo, staf pengacara Asian Americans Advancing Justice-ALC menjelaskan bahwa setiap empat bulan sekali, ICE menargetkan sasaran penggrebegan pada komunitas Kamboja. Pekan depan, Kein Lo memperkirakan sekitar 40 imigran Kamboja bakal dideportasi.

”Ketidakmampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, menjadi kendala utama bagi imigran dari Asia,” tutur Howard Shih. Karena itu, Kevin Lo menyarankan agar imigran China diberi bantuan pengacara secara gratis atau lebih murah. ”Penggrebegan menyebabkan sebuah keluarga akan terpisah-pisah. ”Kita harus melawan aksi kejam yang dialami oleh komunitas imigran Asia,” ujar Jo-an Yoo. (DP).

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

3 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

3 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

4 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago