Departemen Pertahanan AS, Pentagon menyetujui permintaan Presiden Donald Trump untuk mengirimkan beberapa tank dalam perayaan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli 2019 mendatang. USA Today mengabarkan, tank-tank itu akan diparkir di dekat National Mall di Washington DC. ”Sejumlah tank akan ditempatkan di luar sana,” kata Presiden Trump.
Tak jelas tank jenis apa dan berapa banyak yang akan dipamerkan dalam Perayaan Kemerdekaan AS yang bertema ‘Salute to America’ tahun 2019 ini. Yang pasti, kendaraan militer itu akan dipajang secara statis dan tidak bergerak seperti lazimnya parade militer di negara lain.
Penampilan tank tersebut telah disetujui oleh pihak Pentagon. Menurut perhitungan sementara biaya transportasi dan pemajangan itu diperkirakan sekitar $ 870 ribu.
Dalam pernyataan resminya, National Park Service yang menangani upacara itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Gedung Putih. Hal itu sesuai dengan visi dan misi Presiden Trump untuk merayakan ‘Salute to America’.
Perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan AS itu akan dirayakan bersama angkatan bersenjata AS diiringi band dan musik militer, juga diramaikan dengan demonstrasi militer. ”Manuver pesawat terbang di angkasa akan ditampilkan, dan Presiden Trump akan berpidato,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
November 2017 lalu, Presiden Trump berniat menggelar parade militer di Washington DC. Trump terkesima dengan parade militer Prancis memperingati Hari Bastille 14 Juli 2017 lalu. Namun rencana pagelaran militer yang menelan dana $ 30 juta itu, dibatalkan Menteri Pertahanan Jim Mattis, dengan alasan roda tank merusak batu-batu di jalanan depan Gedung Putih. (DP)
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…
Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…
Apakah pembaca masih ingat kasus skema Ponzi Francius Marganda yang melibatkan kakak beradik Theresia Jaya…