Categories: AchievementFestival

Angelina Jordan Gadis Bersuara Malaikat dari Norwegia

”Is this real life? Is this just fantasy?” … potongan syair Bohemian Rhapsody itu dilantunkan Angelina Jordan dalam American Got Talent: The Camphions, Senin lalu. Angelina, gadis Norwegia berusia 13 tahun itu membawakan lagu kondang kelompok Queen dengan aransemen sangat memukau.

Jadi, jangan heran bila Angelia Jordan mendapat tepuk tangan pengunjung dan mendapat hadiah ‘Golden Buzz dari Heidi Klum, salah satu dari empat juri malam itu.

Angelina Jordan yang lahir 10 Januari 2006 di Oslo, Norwegia. Ibunya Sara Astar adalah putri dari Mery Zamani asal Iran. Ayah Angelina Jordan berdarah Swedia. Saat kecil ia bersekolah di Oslo Waldorf School dan mengikuti program olah suara di Oslo School Music and Perfoming Art. Selain pintar menyanyi, Angelina juga piawai memainkan piano dan alat musik violin serta suling.

Pada tahun 2014, Angelina memenangkan Norway’s Got Talent saat menyanyikan lagu jazz berjudul ‘Gloomy Sunday’ dan ‘Fly Me to the Moon’. Penampilannya di ajang televisi itu, menyebabkan namanya kondang di YouTube. Tahun-tahun berikutnya, Angelina tampil di sejumlah panggung atau TV Show di AS dan di Swedia.

Selain menyanyi Angelina menelurkan buku berjudul Mellom to hjerter atau ‘Antara Dua Hati’. Buku ini bercerita tentang pertemuannya dengan seorang bocah yatim di Asia. Bocah itu berjanji selalu berdoa untuk Angelina. ”Buku itu kisah nyata,” katanya. Itu sebabnya, Angelina selalu tak bersepatu saat menyanyi di panggung, sebagai tanda ia pernah bertemu dengan bocah Asia yang miskin dan papa. (DP).

.

Recent Posts

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

2 days ago

AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…

7 days ago

Ribuan Pencari Suaka di New York Terancam Dideportasi Tanpa Sidang

Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…

1 week ago

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

4 weeks ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

1 month ago

AAPI Adults Voice Growing Concern Over U.S. Political Climate

Cost of living, inflation, and immigration: buzzwords that encapsulate the main topic of news outlets.…

1 month ago