Berkebaya dan Yoga, Cara Warga Indonesia di AS Usir Kebosanan Akibat Corona

Menghadapi isolasi lebih dari dua minggu di hampir seluruh Amerika Serikat, masyarakat Indonesia di AS yang tergabung dalam ormas Amerika Bersatu berupaya mengadakan berbagai aktivitas secara virtual melalui Zoom. Program-program kreatif online yang bisa dilakukan di rumah pun tercipta, di antaranya senam bersama, yoga, dan Selasa Berkebaya.

Endang Arifi, istri dari Konsul Jendral New York, Arifi Saiman, adalah salah seorang pendukung berbagai acara kreatif ini. “Selain untuk melestarikan budaya Indonesia, kami ingin tetap bisa bersilaturahmi dan berkomunikasi, jadi tidak merasa hidup sendiri tanpa sahabat dan kerabat,” ujar Endang yang juga merupakan polisi berpangkat Komisaris dan sedang cuti dari jabatannya sebagai Polsek Pancoran, Jakarta ini.

Pendiri Amerika Bersatu, Tricia Sumarijanto, dari mengatakan bahwa ide ini muncul setelah lebih dari dua minggu harus mendekam dirumah. “Di tengah situasi prihatin seperti ini dan bermacam pemberitaan negatif, kami ingin menyebarkan optimisme dan semangat,” tambah Tricia, seniman yang tinggal di Washington DC dan kerap mengajar Angklung di berbagai sekolah di AS ini.

Adapun “Selasa Berkebaya Online” perdana yang diadakan pada Selasa, pada 31 Maret ini dihadiri oleh 25 kontestan dari 11 kota di Amerika Serikat, dari pantai Barat sampai dengan pantai Timur AS, yaitu dari Bethesda, DC, Las Vegas, Leesburg, New York, Oklahoma, Orlando, Philadelphia, Sacramento, San Francisco, dan Seattle. Kebaya terbaik dimenangkan oleh Dyan Wibowo, warga Indonesia yang bermukim di Leesburg, Virginia. Pengusaha batik ini mengenakan kostum “Wong Ndeso” dilengkapi dengan kain batik Tiga Negeri.

“Setiap orang menghadapi krisis dengan caranya masing-masing. Saya yakin kegiatan seperti ini dampaknya pasti positif,” jelas Sinta Penyami dari Philadelphia, host acara yang juga guru tari dan senam online ini.

Luthfi Madjid, yang ikut memberikan kelas yoga online, menambahkan bahwa selain olahraga, meditasi bersama juga amat penting untuk menenangkan diri. “ Yoga bisa meningkatkan optimisme bahwa semua ini akan segera berakhir,” ujar warga Indonesia di New York yang juga pengajar dan praktisi Kundalini Yoga selama 20 tahun terakhir ini.

Gerakan Amerika Bersatu sendiri digagas pada Maret 2019 oleh Tricia Sumarijanto bersama Priscillia Sundah Suntoso, seorang pengacara imigrasi di kota New York untuk mengamalkan sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia (Indah Nuritasari)

IN

Recent Posts

AS Bongkar Jaringan Scam Asia Tenggara

Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…

2 days ago

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

6 days ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

7 days ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

1 week ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

2 weeks ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

4 weeks ago