Gara-gara Covid-19 Jumlah Penganggur di AS Capai 30 Juta Orang

Jumlah penganggur di Amerika Serikat tercatat mencapai 30 juta orang, akhir April 2020. Pandemi COVID-19 masih menjadi faktor utama membengkaknya angka pengangguran yang terjadi di salah satu negara kaya di dunia itu. Artinya, hanya satu dari lima penduduk AS yang masih memiliki pekerjaan tetap.

Menurut radio NPR news, pandemi COVID-19 menghancurkan ekonomi AS di berbagai bidang. Terutama bisnis restoran, retail dan bisnis lainnya. Poll pendapat yang digelar NPR bersama PBS News Hours dan Marist Poll menyebutkan 50% yang disurvei menyebutkan mereka diberhentikan atau dipotong jam kerjanya.

”Hal ini benar-benar memilukan,” tutur Jerome Powell, Direktur Bank Sentral AS kepada NPR News. ”Harus ada tindakan segera agar kita dapat terhindar dari keterpurukan yang dapat menghancurkan ekonomi AS. Termasuk partisipasi Kongres,” lanjut Jerome Powell.

Seperti diketahui, Kongres memperpanjang pemberian tunjangan penganggur $ 2.400/orang per bulan hingga bulan Juli nanti. Tunjangan itu tidak hanya diberikan kepada karyawan perusahaan, tetapi juga para pekerja musiman, para pekerja sektor nonformal, usaha kecil dan menengah dan lainnya. Mereka ini biasanya tidak mendapatkan tunjangan penganggur.

Meski demikian, banyak yang belum mendapatkan tunjangan yang rencananya diberikan Februari lalu. ”Sistem pembayaran yang tersendat-sendat, menjadi salah satu penyebab utama uang tunai itu belum dapat diterima,” kata Andrew Stettner, ahli asuransi pengangguran di The Century Foundation. ”Mudah-mudahan, cek tunai bisa diterima pada hari-hari yang dibutuhkan,” kata Andrew Stettner.

 

Trading Economy mencatat jumlah tenaga siap kerja di AS sekitar 158 juta jiwa. Mereka yang terkena PHK atau diberhentikan, diminta mendatangi Departemen Tenaga Kerja untuk mendapat tunjangan selama 6 bulan minimal, sebelum mendapat pekerjaan baru. Berdasar surat PHK atau surat keterangan perusahaan yang bangkrut misalnya, mereka akan mendapat tunjangan sebesar $ 2.400 per bulan lewat cek atau lewat akun bank miliknya.

Namun, tunjangan bagi penganggur ini sering disalah gunakan, karena jumlahnya lebih besar daripada gaji mereka sebulan, meski banyak yang dihentikan bantuannya karena ketahuan malas dan suka minum-minum. (DP)

.

Recent Posts

Mengenang James F. Sundah, Sang Penulis “Lilin-Lilin Kecil” yang Menyalakan Harapan Generasi

Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok pentingnya. Kabar wafatnya James F. Sundah pada…

3 days ago

Keluarga Imigran di Tengah Pemotongan SNAP

Bagi banyak keluarga imigran dan pekerja berpenghasilan rendah di Amerika Serikat, kartu SNAP bukan sekadar…

3 days ago

AS Bongkar Jaringan Scam Asia Tenggara

Di balik pesan WhatsApp yang terdengar ramah, atau tawaran investasi yang terlihat “terlalu bagus untuk…

6 days ago

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

1 week ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

2 weeks ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

2 weeks ago