Kampanye akbar yang digelar di Tulsa, Oklahoma Sabtu pekan ini, menjadi ajang bagi Donald Trump untuk mengulang kemenangannya menjadi presiden AS kedua kalinya. Betapa tidak. Acara yang diramaikan musik dan panggung gembira itu, rencananya akan dibanjiri puluhan ribu pendukung Trump yang datang dari berbagai kota. Bahkan banyak di antaranya telah datang sejak Kamis lalu, membawa atribut berjudul ”TRUMP 2020”.
Panitia kampanye bahkan menyebutkan bahwa jumlah pengunjung bisa mencapai satu juta jiwa lebih, dan menyanyikan lagu-lagu pujian bagi Trump.
Padahal lokasi The Bank of Oklahoma, tempat kampanye itu cuma bisa menampung 19 ribu manusia. Walhasil, banyak pengunjung yang akan meluber di luar gedung, dan tentu saja berdesak-desakan, sehingga bakal menjadi kluster baru pandemi COVID-19. Namun hal itu tidak membuat Trump khawatir.
”Oklahoma telah siap dengan kunjungan Presiden Trump. Semua akan berlangsung aman, dan kami sangat antusias,” ujar Gubernur Kevin Sitt kepada Presiden Trump di Gedung Putih sebelumnya. Sementara itu, panitia kampanye berjanji akan menyebar petugasnya untuk membagikan hand sanitizer dan masker wajah.
Presiden Trump memang sangat berniat untuk menggelar kampanye di Tulsa, Oklahoma untuk membuktikan bahwa AS telah bangkit kembali. ”Kuartal ketiga menjadi sejarah pendapatan GDP (Gross Domestic Product) paling tinggi sepanjang sejarah manusia,” kata Trump. ”Demokrat tidak berniat untuk membuka kawasan itu dan mereka tidak mau melihat saya berkampanye di hari Sabtu,” tutur Trump.
Pendukung Demokrat, kata Trump, menakut-nakuti seraya menjelaskan, ”Jika anda pergi ke Tulsa, maka kalian akan mati. Mereka mencoba membunuh kalian,” kata Trump. ”Tapi lihat itu, ribuan orang berparade di Fifth Avenue, Washington DC,” sambungnya.
Presiden Trump tak menggubris data yang menunjukkan bahwa Oklahoma adalah kawasan dengan 259 orang terpapar COVID-19. Salah satu kawasan dengan jumlah tertinggi di AS. Hingga kini jumlah terpapar pandemi mematikan itu mencapai 2 juta orang lebih, dengan angka kematian mencapai hampir 120 ribu jiwa.
Sejumlah kota seperti New York, kembali ditutup setelah kedapatan terjadi pelonjakan angka penyebaran COVID-19 yang mengkhawatirkan. Demikian juga Florida yang kembali menutup pintu karena korban terpapar meningkat hampir 4 ribu orang sehari. ”Banyak yang dites positif, sekarang mengalami gejala COVID-19,” kata Gubernur Ron DeSantis. Kekhawatiran itulah yang mudah-mudahan tidak terjadi di Tulsa, Oklahoma. (DP).
Ingin merasakan sensasi terbang di atas punggung naga seperti dalam film How to Train Your…
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…