Categories: Politics

Aktivis Black Lives Matter Serbu Toko Swalayan ‘Target’ di Washington DC

Sekelompok aktivis ‘Black Lives Matter’ menyerbu toko swalayan ‘Target’ di Washington DC, Sabtu 27 Juni 2020. Mereka kemudian menuntut manajemen ‘Target’ agar tidak bekerjasama dengan pihak kepolisian atau mereka akan menghentikan kegiatan bisnis toko ritel itu.

”Semua warga hitam yang tinggal di daerah ini, hidup di kawasan ini. Karena anda lebih mengutamakan uang daripada hidup warga hitam di sekitar, maka kami akan menghentikan kegiatan bisnis kalian, sampai anda tidak lagi mengontak polisi!,” teriak salah seorang aktivis seperti direkam oleh wartawan Drew Hernandez.

Menurut Hernandez, retorika yang diucapkan kelompok tersebut mencerminkan Hawk Newsome, salah satu pendiri ‘Black Lives Matter the Greater New York Chapter. Seperti diketahui, pekan lalu Hawk Newsome berujar bahwa para aktivis BLM akan membumi hanguskan sistem negeri ini, apabila pemerintah tidak mengabulkan tuntutan mereka.

”Saya katakan, bila pemerintahan ini tidak mengabulkan permintaan kami, maka kami akan membakar habis sistem negeri ini dan akan menggantinya dengan sistem kami,” kata Newsome.

Dalam penjelasannya kepada Fox News, Hawk Newsome mengklarifikasi bahwa ”Saya bukan mendorong warga dan melakukan kejahatan,” katanya. Menurutnya, Amerika telah memperlakukan para penderita obat bius sebagai sebuah kejahatan. Bukan melihatnya sebagai krisis kesehatan. ”Anda melihat bagaimana pecandu heroin atau opioid selalu dilihat dari sisi kulit hitam berlawanan dengan kaum kulit putih,” katanya.

 

Meski Hawk Newsome menyebut diri sebagai pemimpin BLM untuk kawasan New York dan sekitarnya, namun kelompok BLM menyatakan Hawk bukanlah bagian dari kelompok tersebut. ”Satu-satunya kelompok yang berafiliasi dengan kami adalah BLM NYC (New York City), bukan BLM Greater New York,” bunyi pernyataan resmi kelompok Black Lives Matter. (DP)

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

4 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

6 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago