Dua organisasi pengamat badan pemerintah AS (watchdog) melakukan pemeriksaan Kamis 23 Juli 2020, atas pengerahan pasukan federal di dua kota. Yakni di Portland, Oregon dan Washington DC. Pasukan bersenjata tanpa tanda kesatuan itu, diterjunkan untuk meredam aksi protes melawan kekerasan polisi dan protes menentang sistem hukum AS.
Inspektur jenderal Departemen Kehakiman dan Departemen Keamanan Dalam Negeri segera melakukan pemeriksaan internal.
Michael Horowitz, Irjen Departemen Kehakiman menyatakan pihaknya akan meneliti, apakah para petugas di Portland tidak mengenakan identitas. ”Juga apakah mereka menerapkan kebijaksanaan federal, saat menerjunkan petugas ke lapangan,” kata Horowitz seperti ditulis Kantor Berita Reuters.
Horowitz menambahkan pula bahwa pihaknya juga akan melakukan investigasi tindakan yang dilakukan terhadap para pengunjuk rasa di Portland dan Lafayette Square di Washington DC, pada 1 Juni lalu.
Menanggapi hal ini, Senator Jeff Merkley dari Oregon merasa berang dengan pengerahan pasukan bersenjata tanpa tanda pengenal itu. ”Pasukan dengan seragam militer menggunakan gas air mata dan senjata melawan pengunjuk rasa damai, adalah langkah-langkah otoriter, dan tidak boleh ada di Amerika,” kata Jeff Merkley dari Partai Demokrat.
Sementara itu, Joseph Cuffari Irjen Departemen Keamanan Dalam Negeri, DHS membuka investigasi atas tuduhan yang menyebut sejumlah petugasnya menahan para pengunjuk rasa tanpa prosedur layak, bahkan mengirim mereka ke tahanan di Portland.
Pengiriman kedua pasukan militer federal itu dilakukan atas perintah Gedung Putih. Sejauh ini belum ada konfirmasi atau komentar mengenai pemeriksaan kasus tersebut. (DP)
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…