Categories: CommunityPolitics

Semoga AS Tidak Rusuh Lagi Akibat Penembakan Wisconsin

Gelombang kerusuhan dikhawatirkan akan kembali melanda AS. Gara-garanya, seorang pemuda hitam ditembak seorang petugas polisi di Kenosha, Wisconsin, Ahad sore kemarin.

Kantor berita Associated Press mengabarkan, Gubernur setempat Tony Evers akan menerjukan 125 anggota Garda Nasional Senin malam ini, untuk menjaga kota Kenosha yang makin memanas. Sekitar 100 ribu penduduk antara Milwaukee dan Chicago dikabarkan akan terjun ke Kenosha melakukan perusakan. Para pemilik toko di Kenosha juga telah memasang tripleks tebal di masing-masing tokonya untuk mencegah tokonya dijarah.

Suasana memanas sejak Senin pagi saat Walikota Kenosha John Antarmian, menggelar konperensi pers di taman setempat. Untuk mencegah keributan dan korban, acara itu telah dipindahkan ke bagian dalam gedung walikota. Ratusan perusuh dikabarkan telah menyerbu sejumlah gedung dan pertokoan sebelum petugas kepolisian anti huru-hara tiba di lokasi.

Seorang saksi mata bernama Raysean White, merekam penembakan yang dilakukan seorang polisi terhadap Blake. Pemuda kulit hitam berkaos singlet itu, tiba-tiba ngeloyor mendekati mobilnya saat diminta menyerahkan pisau. ”Teriakan serahkan pisaumu! Serahkan pisaumu!” terdengar sampai kejauhan.

Tapi para saksi mata tak melihat ada pisau di tangan korban. Saat membungkuk hendak masuk ke mobilnya, bagian belakang Blake ditembak tujuh kali oleh polisi. Kasus ini masih dalam penyelidikan. Blake masih dirawat di rumah sakit setempat, sedangkan dua polisi telah dipindah tugaskan di bagian administrasi.

”Pagi ini, negara dibangunkan lagi dengan peristiwa seorang warga kulit hitam menjadi korban lagi,” ujar Joe Biden, kandidat presiden dari Partai Demokrat. Hanya dua bulan sebelum pemilihan presiden negara ini diributkan dengan kematian George Floyd di Minneapolis, Rashard Brooks di Atlanta dan Breonna Taylor di Louisville, Kentucky. ”Tembakan itu menembus jiwa bangsa ini!” kata Joseph Biden yang bakal maju bersama Kamala Harris, kandidat wakil presidennya. (DP)

.

View Comments

Recent Posts

Perawat Asal Indonesia Ditangkap ICE Saat Hendak Berlibur ke Disneyland

Monica Ryadi telah tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 9 tahun dan mendapat perlindungan Withholding…

4 days ago

Home Is Where the Heart Is

Ketika Diaspora Memilih Indonesia untuk Menjalani Masa Pensiun Keinginan untuk pulang biasanya datang perlahan. Mula-mula…

7 days ago

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

3 weeks ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

3 weeks ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

4 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

4 weeks ago