Categories: Diaspora

Kerusuhan Massal Meletus di Philadelphia Akibat Penembakan Walter Wallace Jr.

Suasana Kota Philadelphia mulai terkendali, Selasa sore 27 Oktober 2020. Aksi kekerasan sudah berubah menjadi aksi damai warga Philadelphia, setelah terjadi kerusuhan massa sehari sebelumnya.

 

Puluhan massa mengamuk dan membakar serta menjarah sejumlah toko di kawasan komersial di 52nd Street, Senin malam sebelumnya. Sedikitnya sebuah mobil polisi hancur dibakar tengah malam itu.

Menjelang Selasa pagi, seorang petugas polisi luka parah, kakinya patah akibat tertabrak sebuah truk. Sementara 29 petugas lainnya mengalami luka ringan terkena lemparan botol, batu dan benda keras lainnya.

Sepuluh orang tersangka perusakan ditangkap Senin tengah malam dekat 55th Street dan Pine Street. Mereka diduga melakukan aksi kekerasan terhadap petugas polisi. Sementara itu, 20 orang lainnya juga ditangkap. Mereka adalah tersangka pelaku penjarahan di sejumlah toko di West Philadelphia, University City, Overbrook Park dan Center City.

Walter Wallace Jr (ABC News)

Aksi kerusuhan ini dipicu oleh peristiwa tewasnya Walter Wallace Jr, seorang warga kulit hitma yang ditembak mati dua petugas kepolisian Senin sore. Korban yang berusia 27 tahun itu, yang diketahui menderita kelainan mental itu, tiba-tiba mengamuk tanpa sebab di rumahnya.

Dua petugas polisi yang dipanggil ibu korban, tiba di tempat tinggal keluarga korban di Locust Street, North Philadelphia. Entah kenapa, tiba-tiba Walter Wallace Jr keluar rumah sambil menghunus pisau. Saat diminta menyerahkan diri, Walter tak mau, walau ibu korban telah memperingatkan beberapa kali. Hanya dalam hitungan detik, korban pun ditembak kedua polisi itu, hingga 10 kali tembakan.

”Kenapa harus ditembak dengan senjata api? Kenapa tidak dilumpuhkan menggunakan tasser,” kata Walter Wallace Sr, ayahnya, kepada wartawan The Philadelphia Inquirer. Ibunya pun sudah berusaha meminta putranya untuk menyerahkan diri dan meletakkan pisau di genggamannya. Tapi upaya itu sia-sia, Dan Walter Wallace Jr, pemuda kembar, ayah dua anak itu ditembak petugas polisi.

Petugas kepolisian Philadelphia berdialog dengan warga sekitar lokasi kejadian penembakan (ABC News)

Sementara Sersan Erric Grip, jurubicara kepolisian setempat mengungkapkan bahwa korban telah diperingatkan agar tidak mendekat kedua petugas itu. ”Petugas kami menembak beberapa kali kemudian membawanya ke rumah sakit,” ujar Sersan Erric Grip, jurubicara Kepolisian Philadelphia. Walter Wallace Jr, pun meninggal dunia di Rumah Sakit Penn Presbytarian Medical Center. Kedua petugas polisi yang tak disebutkan namanya itu telah diamankan di kantor polisi.

Aksi kerusuhan massa itu, jauh letaknya dari pusat warga Indonesia yang mayoritas tinggal di kawasan South Philadelphia. Mudah-mudahan tidak seorang pun warga Indonesia yang terkena dampak aksi kekerasan yang makin sering terjadi, menjelang pemilihan presiden yang dimulai 3 November 2020 mendatang. (DP)

.

View Comments

Recent Posts

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

4 days ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

4 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

1 month ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 month ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 months ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

2 months ago