Mulai Januari 2021 Koran TEMPO Edisi Cetak Dihentikan

Koran Tempo akan menghentikan versi cetaknya dan beralih sepenuhnya menjadi surat kabar digital mulai Januari 2021 mendatang. Direktur Pengembangan Bisnis Tempo.co, Tomi Aryanto menjelaskan, keputusan ini diambil karena perubahan perilaku pembaca surat kabar dalam beberapa tahun belakangan.

Maraknya penggunaan smartphone, perilaku pembaca pun beralih dari media cetak ke digital. “Tren global terhadap digitalisasi yang pasti punya dampak terhadap media cetak yang menurun dalam beberapa tahun terakhir,” kata Tomi kepada kumparanTECH.com

 

“Jadi, pola perilaku pembaca yang berubah itulah yang ingin kami layani untuk tetap mendapatkan kualitas jurnalistik yang tidak berubah sesuai dengan kaidah dan kekhasan liputan Tempo selama ini.”

Menurut Kumparantech.com, Tomi mengakui pembaca Koran Tempo dalam dua hingga tiga tahun terakhir lebih didominasi dari aplikasi mereka. Bahkan, dalam setahun terakhir pelanggan Koran Tempo versi digital telah meningkat cukup pesat. Ia menyebut, tren ini didukung dengan perubahan aktivitas pembacanya yang lebih banyak beraktivitas dari rumah dan khawatir mendapatkan produk koran fisik dari luar.

“Kenaikan media digital yang beberapa lipat sebenarnya sudah terjadi dalam dua tiga tahun belakangan,” ucapnya. “Jadi, naiknya itu bukan sekian puluh persen, tapi banyak banget. Karena kita mulai dari sebelumnya enggak ada ‘kan.” Tomi pun melihat peralihan koran fisik ke digital bisa memberikan keuntungan yang mutual bagi pembaca dan Koran Tempo sendiri.

Dengan koran digital, pembaca bisa mendapatkan konten yang lebih beragam seperti video. Kualitas gambar yang ditampilkan pun akan lebih baik dan minim degradasi. Selain itu, peralihan koran fisik ke digital menjadikan biaya produksi jadi semakin murah, dan akan memangkas biaya langganan pembaca. “Digital subscription itu menjadi solusi yang kita lihat menjadi lebih efektif,” kata Tomi.

Namun, Tomi mengungkapkan belum rencana Majalah Tempo akan dihentikan dan diganti dengan edisi digital dalam waktu singkat ini. ”Segmentasi Koran Tempo dan Majalah Tempo berbeda. Produk fisik Majalah Tempo akan tetap tersedia bagi segmen pembaca senior, sedangkan versi digitalnya ditujukan untuk generasi pembaca yang lebih muda,” tutur Tomi.

“Mungkin karena sifatnya mingguan, jadi pembaca majalah Tempo lebih senang menenteng bentuk fisiknya,” kata Tomi. “Generasi yang lebih senior juga biasanya lebih suka dengan produk lama karena sudah terbiasa bertahun-tahun,” lanjut Tomi menutup pembicaraan. (Kumparan.com

.

View Comments

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

3 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

5 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago