Inovasi Baru BNI Meningkatkan Pelayanan Masyarakat dengan QRIS

Terobosan Bank Negara Indonesia untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat Indonesia makin meningkat. Hal itu bisa dilihat dari transaksi secara nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Metode pembayaran lewat QRIS tercatat meningkat hingga 417,6 persen dan volume transaksi tercatat mencapai Rp 5,7 miliar atau meningkat sebesar 21,9 persen dari volume transaksi BNI selama Java Jazz 2020.

Situs TEMPO.CO melaporkan, Abraham Josef Adriaansz, Ketua Komite 2 Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI),  mengakui, peningkatan volume transaksi QRIS terjadi karena rasa nyaman dari nasabah. Sumber dananya bisa multi-instrument, mulai dari UE server-based, debit, kartu kredit dan lain-lain.  “Sehingga volume setelah pandemi naik tajam. Pengembangan standar pembayaran digital ke depan tidak statis dan akan terus semakin beragam dengan security yang memadai,” ujar Abraham.

Ketua ASPI, Santoso Liem juga mengakui peningkatan penggunaan QRIS terjadi karena penggunaannya sangat mudah dan didukung dengan telepon genggam (HP). Dengan penetrasi HP di Indonesia yang sangat besar, ia memperkirakan transaksi QRIS akan terus meningkat. ”Menggunakan HP sebagai issuance ini tentu lebih memudahkan daripada kartu (KK, debit). Ke depan QRIS akan terus meningkat. Kami percaya QRIS akan terus berkembang, bahkan tidak hanya statis juga dinamis. Ke depan, QRIS ini bukan hanya untuk pembayaran, tapi juga nanti bisa untuk transfer, tarik tunai. Penggunaannya juga semakin massif di masa mendatang,” jelas Santoso Liem.

Sebelumnya, Corporate Secretary BNI, Mucharom mengatakan bahwa peningkatan transaksi digital selama perhelatan musik Jazz terjadi pada semua produk. Menurutnya, transaksi uang elektronik BNI Tapcash naik 12,9 persen. Sementara untuk kartu debit mengalami kenaikan transaksi 53 persen, dan kartu kredit naik 53,4 persen.

“Kami puas dengan tuntasnya BNI Java Jazz 2022. Kami melihat adaptasi transaksi digital masyarakat terus terjadi dan semakin matang. Raihan kinerja transaksi ini juga menjadi modal BNI untuk mencatatkan kinerja lebih baik pada kuartal kedua tahun ini,” ujarnya.

Mucharom melanjutkan, pada pagelaran konser jazz terbesar di Indonesia itu, BNI tak hanya sekadar menyiapkan channel-channel digital, tetapi juga memperkuat sistem bank end teknologi informasinya. Hal ini dinilainya turut mendorong gelembung transaksi pada gelaran acara sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Di luar itu, kata dia, ekosistem pembayaran pada acara konser didorong untuk menggunakan transaksi digital yang disertai dengan berbagai promo dan program atensi menarik. “Dengan kombinasi sistem operasional serta program atensi yang tepat itu membuat BNI sebagai salah satu pionir digital banking mampu menjawab semua kebutuhan transaksi dengan sangat smooth,” ucap Mucharom. (Disadur dari situs TEMPO.CO)

.

View Comments

Recent Posts

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

1 week ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

2 weeks ago

AAPI Adults Voice Growing Concern Over U.S. Political Climate

Cost of living, inflation, and immigration: buzzwords that encapsulate the main topic of news outlets.…

2 weeks ago

Tarik-Ulur Penetapan Status Bencana Nasional

Sabtu, 6 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 916 orang meninggal dunia,…

2 weeks ago

Malam Ketika Riyan Bercerita

Pada 22 November 2025, di sebuah ruangan di Asian Arts Initiative, Philadelphia, Riyan Pondaga akhirnya…

4 weeks ago

Sonia Raman, Pelatih WNBA Pertama Berdarah India

Sonia Raman mencatat sejarah baru sebagai pelatih kepala pertama keturunan India di liga bola basket…

2 months ago