Vivi Sembel Lapian, Pengrajin & Pengusaha Mutiara Indonesia yang Sukses di AS

Pengusaha perempuan bernama Vivi Sembel Lapian ini cukup dikenal di kementerian perdagangan dan pendidikan Indonesia. Sebab Vivi adalah pengrajin perhiasan mutiara yang acapkali berpameran di luar negeri, terutama di Amerika Serikat.

Karya-karya perhiasannya dikerjakan bersama ipar dan sepupunya. ‘’Karya-karya saya banyak dibeli para pedagang mutiara asing,’’ tuturnya kepada Indonesianlantern.com. ‘’Harganya berkisar antara $ 150 hingga $ 500, atau setara maksimum Rp 7,5 juta,’’ lanjut Vivi, ibu empat anak, dan istri dari Prof. Roy Sembel.

Di Kemdikbud Indonesia, Vivi membantu penyusunan buku-buku ketrampilan, di antaranya melukis dengan bunga, yang hingga kini beredar di sekolah-sekolah Indonesia. Sedangkan di daerah, ‘’Ketrampilan itu diajarkan para ibu PKK (Pendidikan Kecakapan Kerja) hingga kini, berkat dukungan dari para kepala desa masing-masing,’’ kata Vivi.

Dalam sebuah acara gala dinner bersama para pengusaha wanita (Foto: koleksi pribadi)

Ketrampilan menciptakan perhiasan diperoleh saat berjalan-jalan di Pasar Jatinegara, Jakarta. Saat itu Vivi melihat ada perhiasan yang terdiri dari perhiasan mote atau manik-manik terbuat dari plastik. ‘’Dari situlah saya tertarik membuat perhiasan dari mutiara, pengganti plastik tadi,’’ tuturnya ibu 4 orang anak. 

Salah satu putrinya pernah bertugas di China dan mengenakan perhiasan bikinan ibunya. ‘’Banyak yang tertarik dan membeli perhiasan itu,’’ tutur Vivi yang mendapatkan pelajaran menciptakan perhiasan dari nenek dan ibunya.

Bersama ibunda (Foto: Koleksi pribadi)

Dalam kesempatan ini, Vivi berterima kasih kepada para ibu yang membantunya sehingga sukses. Terutama Ibu Endang Arifi, istri dari Arifi Saiman, mantan Konsul Jenderal RI New York, yang mengajak berpameran keliling AS. Bagaimana cerita Vivi yang berhasil menjadi pengusaha cukup terkenal di AS? Mari kita simak rekaman video wawancaranya di atas. (DP)

 

.

View Comments

Recent Posts

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

10 hours ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

2 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

3 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 months ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 months ago