Serombongan Wisatawan Indonesia Jadi Korban Perampokan di San Francisco

Satu rombongan warga Indonesia yang tengah berlibur ke AS, menjadi korban perampokan. Aksi kejahatan yang terjadi di ruang parkir sebuah pasar swalayan di San Francisco itu terjadi pekan lalu.

Dalam unggahannya di grup Backpaker International di Facebook, korban bernama Fika Puspitasari menceritakan kronologis peristiwa yang dialami korban dan keluarga serta teman-temannya.

‘’Saya dan teman-teman melakukan perjalanan road trip ke AS dengan rute San Francisco – Grand Canyon, Arizona – Las Vegas dan kembali ke San Francisco. Kami tiba kembali ke San Francisco dari Los Angeles sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Kami menyewa tiga mobil untuk perjalanan panjang ini. Salah satu di antaranya mampir ke sebuah pasar swalayan untuk membeli makan malam, sebelum masuk ke hotel, karena saat itu waktunya berbuka puasa.

Sekitar lima menit kemudian, teman saya teringat Hand Phonenya ketinggalan di mobil, sehingga kami pun kami kembali ke mobil yang diparkir di bawah tanah supermarket. Betapa terkejutnya, bahwa mobil kami sedang digarap sejumlah pencuri. Tentu saja teman saya berteriak sambil menghampiri ke arah mobil kami.

Namun tanpa diduga, salah seorang pencoleng mengacungkan pistol ke arahnya, sehingga kawan saya tiarap dan teman-teman lainnya bersembunyi di balik tembok pojok dinding parkir. Kejadian yang begitu cepat, membuat kami semua syok dan tak bisa berbuat apa-apa. Untung ada seorang pengunjung yang melihat peristiwa itu dan langsung menelepon polisi yang tiba di tempat kejadian sekitar 10 menit kemudian.

Sayang, semua sudah terlambat, karena para perampok yang berjumlah dua orang itu berhasil membobol kaca mobil dan merampok seluruh isinya: Di antaranya kopor-kopor, laptop, jaket dan HP yang tertinggal di dalam mobil.’’ 

Seluruh peristiwa itu terekam HP seorang kawannya yang bersembunyi di balik tembok. Rekaman video itu, kini tersebar di sejumlah media sosial lainnya. Untung saja, paspor dan dokumen lain tidak hilang karena tersimpan di tas masing-masing.

‘’Bagi teman-teman yang melakukan perjalanan di luar negeri, tetap waspada dan have fun yaa….’’ tulis Fika Puspitasari, mantan manajer sebuah bank di Indonesia yang tinggal di Yogyakarta. 

 

.

Recent Posts

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

4 days ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

6 days ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

1 week ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

2 weeks ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

4 weeks ago