Michael Franks mengawali konser musiknya dengan lagu ‘Tiger in The Rain’. Lagu yang bercerita tentang harimau galak, tapi takut hujan itu, seolah menyihir penonton yang sabar menunggu sejak satu jam lalu. Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruang konser Birchmere, di Alexandria Virginia usai penyanyi legendaris itu menyanyikan lagu pertamanya, di pagelarannya awal Agustus lalu.
Setelah itu mengalir beberapa lagu yang dipilih untuk memuaskan penonton yang rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Seperti Dawn in Brazil; When The Cookie’s Jar is Empty; Lady Wants to Know; Eggplant; When I gave my love to you, membuat penonton yang mayoritas berkulit hitam itu, bernyanyi lirih atau bergumam.
Hanya sedikit penonton berkulit putih atau Asia yang hadir malam itu. Maklum musik jazz memang banyak disukai warga kulit hitam. ‘’Anda penggemar Michael Franks?’’ tanya Joseph Soetara, salah satu pengunjung kulit putih yang duduk satu meja dengan saya. ‘’Tentu saja, kalau tidak, mana mungkin dia hadir di sini,’’ senggol istrinya sambil tersenyum. Saya pun menyebut ‘Antonio’s Song’ salah satu lagu yang kini membuat Joe salah tingkah karena tidak mengenal lagu itu.
Pertunjukan di depan 500 penonton itu berlangsung hampir dua jam diselingi jeda. Panggung sederhana di depan penonton membuat Mike dan pemain band-nya semakin akrab. Sebelum masuk, penonton antri mengambil nomor urut masuk. Lalu, setelah menunggu di ruang depan sambil minum bir, penonton masuk ke dalam ruang utama yang terdiri dari meja berjajar. Selama setengah jam lebih pengunjung diberi kesempatan makan malam dan minuman keras, sebelum Michael Franks dan pemusik pendukungnya tampil.
Gedung The Birchmere Music Hall terletak di tengah kawasan penduduk di Alexandria, Virginia. Gedung yang dibangun pada 1966 awalnya sebuah restoran milik Gary Oelze. Karena banyak pengunjung sering bernyanyi, akhirnya diubah menjadi music hall pada tahun 1975.
Di antara pejabat tinggi yang pernah berkunjung dan main musik di tempat itu adalah Bill Clinton. Suatu malam Al Gore, mantan wakil presiden meninggalkan Gedung Putih. ‘’Kalian mau ke mana?’’ tanya Clinton, setelah dijelaskan mereka berempat, termasuk Hillary Clinton pun berangkat ke Virginia yang hanya satu jam perjalanan. ‘’Mereka dua kali nonton di sini,’’ tutur Gary Oelze yang wafat tahun lalu, di usia 80 tahun.
Meski gedung pertunjukan itu kurang dikenal, tapi tercatat ada puluhan penyanyi pernah manggung di arena musik yang tersembunyi itu. Di antara penyanyi terkenal itu antara lain Johnny Cash, Mary Chapin Carpenter, Patty Loveless, Dave Matthews, penyanyi buta Ray Charles. Termasuk Chris Botti, Ruben Studdard pemenang American Idol, Bob Schneider dan masih banyak lagi.
Sayang di akhir pertunjukan, Michael Franks tidak menyanyikan lagu ‘Antonio’s Song’. Lagu kesukaanku itu hanya menemaniku dari youtube dalam perjalanan pulang. (DP)
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…