Kabar duka kembali menyelimuti dunia musik Indonesia. Penyanyi sekaligus pencipta lagu Deddy Dores dikabarkan meninggal dunia Selasa malam sekitar pukul 23.45 WIB di Rumah Sakit Bintaro, Jakarta Selatan.
Kabar tersebut muncul dan menyebar dengan cepat di media sosial dan netizen. Antara lain dari Twitter dengan akun JK Records. “Rest in peace Deddy Dores.. #ripdeddydores #deddydores,” tulis @jkrecord. Demikian pula dengan musikus Indra Lesmana yang menulis hal serupa di akun Twitter miliknya.
“Baru saja mendapat kabar duka.. RIP Deddy Dores,” tulis Indra di @indralesmanabeberapa saat lalu. Sementara itu, akun Facebook resmi God Bless, band yang pernah dinaungi Deddy, juga mengucapkan bela sungkawanya. “Telah meninggal dunia, musisi, pencipta lagu, dan salah satu personil awal dari God Bless, Deddy Dores, pada pukul 23.45 malam tadi di rumah sakit International Bintaro. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. Kasuari 11 no.18, Bintaro Jaya sektor 9, dan rencananya akan dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat,” tulis pengelola akun itu.
Sampai berita ini diturunkan, pihak keluarga Deddy Dores belum bisa dihubungi.
Namun, kematian sang penyanyi membuat langkahnya menjadikan Nike Ardilla kian terkenal terhenti. Semenjak kematian Nike, Deddy Dores mulai jarang muncul di layar kaca.
Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…
Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…
Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…
Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…
Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…
View Comments
What stays with me most is how books don’t just reflect culture—they quietly shape the language we use to understand ourselves and each other. It’s easy to treat reading as a private habit, but these shared stories often become the bridge between very different experiences.