BBC Indonesia — Paduan suara anak Indonesia keluar sebagai juara umum dalam kompetisi paduan suara internasional, Claudio Monteverdi International Choral Festival and Competition, yang berlangsung di Venesia, Italia, 7-10 Juli.
The Resonanz Children’s Choir, TRCC, yang dipimpin oleh konduktor Devi Fransisca ini juga meraih juara pertama untuk kategori Children’s and Youth Choir dengan membawakan empat lagu, yaitu Der Wassermann karya Robert Schumann, Salve Regina karya Javier Busto, serta dua lagu karya Fero Aldiansya yaitu 137 Hip Street dan Bungong Jeumpa.
Avip Priatna, pimpinan sekolah musik yang menaungi TRCC mengatakan kemenangan ini adalah yang kelima di tingkat internasional dan dari sisi umur, peserta yang sekarang rata-rata paling muda.
“Di Italia, TRCC adalah paduan suara dengan anggota yang rata-rata lebih muda (dari kelompok lawan) dan ada yang masih 9 tahun usianya,” kata Avip kepada BBC Indonesia.
Avip juga mengatakan, lagu Yamko Rambe Yamko dipilih “sebagai representatif lagu Indonesia dan kita percaya aransemen dan koreografinya dapat dijadikan andalan melawan peserta lainnya.”
Sebuah unggahan yang memuat video penampilan anak-anak Indonesia ini ramai dibicarakan di Facebook dan telah dibagikan lebih dari 42.000 kali. Metta Dharmasaputra, jurnalis dan pendiri Katadata, yang mengunggah video itu di akun Facebook pribadinya menulis, “(The Resonanz) mengalahkan seluruh paduan suara dan seluruh kategori, di Venice, Italy, kemarin. INDONESIA!!!….teriak mereka. Mengharukan.
Video tersebut memperlihatkan anak-anak paduan suara dengan balutan kostum bernuansa Papua, membawakan lagu Yamko Rambe Yamko – satu dari dua lagu yang ditampilkan dalam babak finalPengguna media sosial banyak yang mengatakan terharu atas prestasi ini. Setelah pengumuman kemenangan, anak-anak paduan suara yang berusia 9-17 tahun itu kemudian terlihat melompat-lompat dan berteriak, “Indonesia!”.
“Merinding terharu dan bangga… luar biasa,” kata satu pengguna Facebook. Lainnya menulis, “Budaya Indonesia memang sangat bagus dan mengagumkan jika dikembangkan dengan baik,” kata Salony Widjaja.
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…