Koleksi dokumen karya Zhao Ziyang, yang isinya menentang peristiwa Tiananmen 1989, akan diterbitkan di Hong Kong bulan ini.
Reuters mengabarkan Selasa (19/7/2016), dokumen berjudul ‘The Collected Works of Zhao Ziyang’ akan diterbitkan Chinese University of Hong Kong Press. ‘’Informasi dalam dokumen itu memberi bukti adanya konflik dalam Partai Komunis Tiongkok,’’ tutur Gan Qi, direktur penerbit itu.
Dokumen yang terdiri dari empat terbitan itu, terdiri dari 495 halaman yang semuanya belum pernah diterbitkan. Di antaranya, berisi laporan partai dan pemerintah China, pidato, transkrip diskusi, surat dan instruksi yang ditulis langsung oleh Zhao Ziyang saat menjadi Perdana Menteri 1980-1987, dan Sekjen Partai Komunis China. Koleksi itu dikumpulkan dan diedit oleh staf University Press dan sejumlah orang yang dikenal dekat dengan Zhao Ziyang.
Belum jelas bagaimana dokumen itu bisa diselundupkan ke luar Tiongkok. Kantor Dewan Informasi Negara China dan jurubicara kabinet, tidak bersedia berkomentar. Demikian pula Kantor Riset Sejarah Partai Komunis China. ‘’Walaupun tidak diakui Pemerintah Beijing, empat terbitan dokumen ini menunjukkan bahwa Zhao berperan penting selama era reformasi di Tiongkok,’’ tutur David Shambaugh, profesor politik dan urusan internasional di George Washington University.
Sebagai Perdana Menteri China 1980-87 dan Sekjen Partai Komunis China, 1987, Zhao Zhiyang pernah turun ke jalan dan berdialog dengan kelompok mahasiswa yang menggelar protes di Taman Tiananmen. Zhao Zhiyang bahkan menuju ke pusat Beijing untuk meminta para demonstran menghentikan aksi mogok makan. Zhao Ziyang wafat pada tahun 2005 setelah digeser dari posisinya dan dikenai tahanan rumah selama 15 tahun. Bekas pemimpin China itu dituduh menentang penumpasan Pemerintah Beijing terhadap mahasiswa pengunjuk rasa di Tiananmen 1989.
Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…
Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…
Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…
Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…
Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…