Seorang perempuan bernama Jill Harth membuka aib Donald Trump yang dituduh melakukan pelecehan seksual pada 1997.
The Guardian mengungkapkan Rabu (20/7/2016), Jill Harth akhirnya menuturkan seluruh peristiwa itu karena dianggap pembohong dan Ivanka Trump mengaku ayahnya bukan ‘Tukang obok-obok’. ‘’Saya mengerti, Ivanka adalah anak gadis yang membela ayahnya. Tapi dia tahu apa? karena waktu itu baru berusia 10 tahun,’’ tutur Jill Harth yang tutup mulut selama 20 tahun.
Dalam wawancaranya dengan The Guardian, Jill Harth menuturkan, pertemuannya dengan Donald Trump terjadi tahun 1992. Kala itu, Jill Harth bersama kekasihnya George Houraney memberikan persentasi bisnis di salah gedung Trump di Manhattan, New York. Persentasi itu berlanjut dengan pertemuan berikutnya di Oak Room, Plaza Hotel. Dalam acara makan malam bersama para kontestan ratu kecantikan itu, Donald Trump menggerayangi dari bawah meja.
Tindakan tak senonoh itu dilakukan Trump lagi di Florida mansion, Mar-a-Lago saat kerjasama penyelenggaraan ratu kecantikan mencapai final. Saat keliling mansion itu, tiba-tiba Donald Trump menarik masuk Jill Harth ke dalam salah satu ruang tidur anaknya. ‘’Dia mendorong saya ke dinding dan tangannya berupaya melucuti pakaian saya,’’ tutur Jill. Untung hal itu tidak terjadi. Setelah itu, Donald Trump berusaha membujuknya agar Jill Harth melepaskan pacarnya dan menikah dengannya, karena baru saja bercerai dengan Ivanka. ‘’I love you, baby. Ngapain dengan dia,’’ bujuk Trump seperti ditirukan Jill Harth.
Setelah itu, Jill Harth tetap bersikap baik dan berusaha mendukung pencalonan Donald Trump sebagai presiden. Namun, setelah Ivanka Trump, putrinya menyebutny tukang bohong, Jill Harth naik pitam dan membongkar kasus lama itu kepada The Guardian.
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…
Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…
On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…