Pengamat ekonomi dan politik, Dradjad Wibowo, menilai perombakan atau Kabinet Kerja tahap kedua lebih sarat pesan politik. Pesan yang dia maksud itu, bahwa Presiden Joko Widodo ingin menunjukkan diri sebagai presiden dan bukan petugas partai.
Akan tetapi, Puan Maharani yang juga putri Ketua Umum DPP Partai Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tidak tergusur dari posisinya di salah satu kementerian koordinator Kabinet Kerja sejak kabinet itu dibentuk Oktober 2014 lalu.
PDI Perjuangan adalah partai politik utama pengusung Jokowi sejak menuju kursi gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu. “Saya menangkap pesan politiknya lebih sarat daripada pesan ekonomi, meskipun sasarannya ingin meningkatkan kinerja dan perbaikan sektor ekonomi,” kata Wibowo, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis.
Dia mencermati, Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa dia adalah presiden yang mandiri. Untuk pesan itu, mantan wakil ketua umum DPP PAN ini memuji langkah Jokowi. Indonesia menganut sistem kepemimpinan nasional demokrasi presidensial atas basis multi partai politik. (Ade Marboen/Antara)
Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…
Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…
Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…
Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…
Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…