Michael Grant yang menamakan dirinya ‘Yesus dari Philly’ dijatuhi hukuman percobaan tiga bulan karena tak bersedia meninggalkan toko Apple. Philly.com melaporkan Kamis (15/9/2017), Michael Grant yang memiliki telepon seluler Apple datang ke toko yang terletak di Walnut Street, Philadelphia, Mei lalu. Lelaki berusia 29 tahun, bekas pengguna heroin itu hendak mengisi baterainya di toko tersebut.
Masalahnya, Grant membawa sebuah kayu salib raksasa ke dalam toko Apple sehingga mengganggu dan memblokade pengunjung lain. Ketika diminta untuk keluar, Grant bertindak agresif. ‘’Satu-satu jalan untuk mengusirnya adalah dengan cara menahannya,’’ tutur Shawn Dobbs menirukan kata-kata Grant dalam persidangan. Grant mulai berteriak sambil mengatakan soal kebebasan beragama, sehingga 20 atau 30 orang pengunjung memotretnya.
Michael Levin, petugas polisi yang memintanya untuk keluar toko, tetap tak digubris. ‘’Dia berteriak makin kencang. Ini kebebasan berbicara. Saya tahu hak-hak saya,’’ kata Grant kala itu, sehingga ia pun diborgol dan digiring ke luar dan ditahan beberapa jam di kantor polisi terdekat.
Pengacara Michael Grant yakin bahwa kliennya diusir keluar karena mengungkapkan ekspresi kepercayaan agamanya. Persidangan pun digelar, sementara Michael Grant masih suka berkunjung ke Toko Apple yang sama sambil menambah setrum baterainya. Kali ini ‘Yesus dari Philly’ itu tidak membawa salib raksasa. ‘’Saya maafkan mereka yang melanggar hak-hak saya,’’ kata Grant yang kali ini membawa tongkat kayu, dan masih berkeliling di Philadelphia. Pengacaranya masih berupaya naik banding atas keputusan hakim.
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…