Komisi Pelantikan Presiden 2017, akan menutup sejumlah taman dan jalan raya serta tempat-tempat ngumpul lainnya, untuk mencegah para pengunjuk rasa melakukan aksinya.
The Guardian mengabarkan Jumat (9/12/2016), lokasi yang akan ditutup adalah: National Mall, Pennsylvania Avenue, The Washington Monument dan the Lincoln Memorial. ‘’Tidak satu tempat keramaian pun akan dibuka bagi para pengunjuk rasa,’’ demikian bunyi laporan The Guardian.
Tak hanya itu. Sejumlah lokasi juga akan ditutup untuk sementara waktu, mulai 1 Januari nanti. Dengan demikian, seluruh parade gerak jalan dan arak-arakan yang bakal digelar kelompok anti-Trump akan dibatalkan. Demikian juga arak-arakan yang akan digelar sejumlah organisasi dengan tema Women’s March, sehari setelah pelantikan.
Para pemimpin demonstrasi damai itu menjelaskan bahwa aksi gerak
jalan itu untuk mengulang gerak jalan yang dilakukan Dr. Martin Luther King Jr, pada 1963. Menurut undangan yang disebar via Facebook, sekitar 138 ribu peserta plus 226 ribu orang lainnya akan berpartisipasi dalam gerak jalan tersebut.
Meski demikian, para peserta gerak jalan masih dapat menggunakan rute parade yang bakal dilalui Donald Trump berjalan kaki, sesuai tradisi yang berlangsung selama ini. Donald Trump akan berjalan dari Gedung Parlemen di Capitol Hill menuju Gedung Putih.
Namun sejumlah pembela HAM menilai, rute itu tidak cukup untuk menampung akomodasi para peserta gerak jalan. ‘’Mereka merampas penggunaan kawasan yang dipakai sebagai hak-hak mengeluarkan kebebasan berpendapat,’’ bunyi pernyataan resmi The Partnership for Civil Justice Fund yang mengorganisasi aksi damai perempuan tersebut. ‘’Ini benar-benar kasus sangat langka,’’ kata Mara Verheyden-Hilliard, direktur eksekutif kelompok itu. (DP)
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…