Grace Mugabe, ibu negara Zimbabwe diterpa isu tidak menyenangkan setelah ketahuan membeli cincin berlian senilai $ 1,4 juta.
International Business Times mengabarkan Senin (12/12/2016), kasus pembelian cincin berlian itu diungkap oleh Jamel Ahmed. Pedagang berlian asal Lebanon ini, menuntut Grace Mugabe di Pengadilan Tinggi Harare, karena membatalkan secara sepihak pembelian cincin.
Awalnya Grace Mugabe membeli cincin itu di salah satu tokonya di Dubai tahun silam. Setelah dibayar lewat rekening suaminya, Presiden Robert Mugabe, dan cincin pesanannya dikirim, Grace ingkar janji dan menolak menerima cincin pesanannya. Sebaliknya, Grace minta agar pembayaran tunai $ 1,4 juta itu dikembalikan ke akun banknya di Dubai.
Merasa tak mampu mengembalikan secara tunai, Jamel Ahmed pun minta agar pengembaliannya diangsur. Hal itu ditolak Grace, malah menyuruh salah seorang keluarga Mugabe menyita tiga properti milik Jamel Ahmed di Harare. Tentu saja hal ini membuat Jamel kalang kabut dan minta perlindungan Pengadilan Tinggi Harare untuk menyelesaikan kasusnya.
Kasus ini jadi senjata kelompok oposisi untuk menyerang Grace Mugabe, yang dikabarkan hendak menggantikan posisi suaminya sebagai presiden Zimbabwe. ‘’Seleranya yang tinggi, sama seperti Imelda Marcos,’’ kata Gorden Moyo, Sekjen Partai Rayat Demokratik, PDP. ‘’Seharusnya dia tahu, kasus ini bakal jadi perhatian masyarakat Zimbabwe, yang mayoritas miskin,’’ ujar Gorden Moyo. (DP).
Ingin merasakan sensasi terbang di atas punggung naga seperti dalam film How to Train Your…
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…