Categories: Uncategorized

Wartawan kondang Ahmet Sik ditahan Penguasa Turki

Ahmet Sik, wartawan harian Turki ‘Cumhuriyet’ dikenai tuduhan menyebarkan propaganda teror oleh Pengadilan Turki.

Deutsche Welle mengabarkan Jumat (29/12/2016), tuduhan itu dikenakan Ahmet karena mengunggah artikel tentang Partai Pekerja Turki, AS dan Uni Eropa lewat akun twitternya. ‘’Saya ditahan karena menulis Twitter,’’ tulis Ahmet Sik beberapa saat sebelum diciduk Kamis (28/12/2016).

Kantor berita resmi Turki Anadolu menjelaskan Ahmet dituduh menyebarkan propaganda Partai Front Pembebasan Revolusioner, DHKP-C pimpinan Fethullah Gulen. Tokoh oposisi Turki itu, hingga kini masih hidup di pengasingan di Pennsylvania, AS.

Wartawan kondang Ahmet Sik (Soczu.com)

Kasus penahanan Ahmet Sik mengundang kritik berbagai golongan. Sezgin Tanrikulu, anggota parlemen oposisi Partai Republik Rakyat menyayangkan kasus ini. ‘’Jurnalisme dibelenggu lagi. Demikian pula laporan dan hak mendapatkan informasi,’’ ujar Sezgin Tanrikulu. Hal yang sama juga disuarakan Komite Perlindungan Wartawan, CPJ. Kelompok yang berbasis di AS itu mengungkapkan sejak 1 Desember, sudah 81 orang wartawan yang ditahan. Sementara 130 media massa diberangus di Turki.

Belum lagi 100 ribu pegawai negeri, dan anggota polisi serta akademisi ditahan atau dipecat. Mereka diduga terlibat makar yang menurut Presiden Recep Tayyip Erdogan, dimotori oleh Fethullah Gulen, musuh besarnya.

Ahmet Sik dikenal pengkritik Erdogan dan Gulen. Wartawan harian ‘Cumhuriyet’ ini ditahan selama setahun, setelah menulis buku yang menceritakan upaya Gulen dan pendukungnya menyusup ke pemerintahan Istanbul. Buku berjudul ‘The Imam’s Army’ itu juga menyuguhkan plot Ergenekon, kelompok yang berupaya menumbangkan Pemerintahan Erdogan.

IL

Recent Posts

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

1 day ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

1 week ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

1 week ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

2 weeks ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago