Categories: Uncategorized

Mesir serahkan dua pulau ke tangan Arab Saudi

Pemerintah Mesir akhirya setuju menyerahkan Pulau Tiran dan Sanafir yang terletak di Teluk Aqaba ke pihak Kerajaan Arab Saudi.

Kantor berita Reuters mengabarkan Kamis (29/12/2016), hal itu dilakukan Presiden Abdel Fatah el-Sisi, setelah Arab Saudi membekukan bantuan bernilai miliaran dolar kepada Pemerintah Cairo. Sejak April silam, Pemerintah Mesir sebenarnya setuju memberikan kedua pulau ke pihak Arab Saudi, namun langkah itu diganjal parlemen Mesir.

Bahkan parlemen Mesir didukung Pengadilan Tinggi Administratif yang memutuskan untuk mempertahankan kedua pulau tersebut. ‘’Kedaulatan Mesir atas kedua pulau tersebut tidak dapat diberikan ke pihak lain,’ bunyi keputusan pengadilan tinggi tersebut.

Banyak yang berpendapat bahwa penyerahan dua pulau tersebut membuktikan lemahnya Pemerintahan Jenderal el-Sisi. ‘’Konstitusi dan hukum negara telah runtuh di Mesir,’’ ujar Khaled Ali, salah seorang pengacara. Namun ada pula yang mendukung langkah Pemerintah Mesir. ‘’Tidak ada konflik kok. Parlemen bisa meratifikasi sebelum pengadilan menetapkan keputusannya,’’ ujar Nabil al-Gamal, salah seorang anggota parlemen.

Pemerintah Saudi dan Mesir sama-sama setuju bahwa Pulau Tiran dan Sanafir diserahkan pengelolaannya dari tangan Saudi ke tangan Mesir pada 1950. Dan setelah berlangsung puluhan tahun, kedua pulau yang diserahkan kembali ke tangan Saudi. Namun sejumlah pengacara mempersoalkan penyerahan kedua pulau itu, karena perjanjian tahun 1950 terasa janggal. ‘’Tahun itu Pemerintah Arab Saudi belum berdiri,’’ ujar salah seorang di antara para pengacara tadi.

IL

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

7 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

1 month ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago