Presiden Donald Trump & Vladimir Putin (Pravda.com)
Presiden Donald Trump membuka pintu untuk melakukan kerjasama militer dengan Rusia melawan ISIS.
Hal itu diungkapkan Sean Spicer, jurubicara Gedung Putih Senin (23/1/2017). ‘’Saya kira kita boleh bekerjasama dengan negara asing berperang melawan ISIS. Apakah itu Rusia atau negara lain yan sama-sama punya kepentingan. Kalau ada, maka kemungkinan itu bisa kita ambil,’’ kata Sean Spicer kepada wartawan.
Namun kerjasama militer AS dan Rusia akan ruwet, mengingat masing-masing pihak berseberangan dalam menyelesaikan krisis Suriah. AS mendukung para pemberontak Suriah, sedangkan Rusia mendukung Presiden Suria Bashar al-Assad. Lagipula, kerjasama itu bertentangan dengan Akta Otoritasi Pertahanan Nasional AS.
Akta yang disahkan Kongres akhir tahun 2014 itu, dan telah diperbarui beberapa kali itu, menyebutkan kemampuan Badan Pertahanan Pentagon bekerjasama dengan Rusia sangat dibatasi. Hal itu dilakukan, sebagai salah satu upaya sanksi ekonomi bagi Rusia setelah Presiden Vladimir Putin menggerakkan pasukannya melakukan invasi militer ke Crimea pada 2014. Bahkan hingga kini serdadu Rusia masih terlibat dalam perang saudara Ukraina.
Menurut para pejabat senior Pentagon, militer Rusia tetap mengebom rumah-rumah sakit Suriah, sekolah dan pusat-pusat penampungan penduduk sipil. ‘’Kegiatannya di Suriah, makin mundur dan tidak produktif,’’ tutur Ashton Carter, bekas menteri pertahanan AS dalam konperensi finalnya 10 Januari lalu.
Senin kemarin, kementerian pertahanan Rusia mengungkapkan pesawat-pesawat tempur koalisi AS bersama pesawat-pesawat Rusia menggempur pusat-pusat ISIS. ‘’Bahkan, AS berkoordinasi untuk menentukan posisi ISIS,’’ kata sebuah sumber di Kremlin. Namun hal itu dibantah Pentagon. ‘’Departemen pertahanan AS tidak melakukan koordinasi dengan Rusia untuk melakukan serangan udara di Suriah,’’ kata jurubicara Pentagon.
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…
Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…