Uni Emirat Arab bangun kota di Planet Mars 100 tahun mandating

Sebuah perusahaan swasta bekerjasama dengan Pemerintah Uni Emirat Arab berencana membangun sebuah kota di Planet Mars dalam 100 tahun ke depan.

International Business Times mengabarkan Rabu (15/2/2017) hal itu diungkapkan Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum. ‘’Kami punya cita-cita besar. Saudara saya Mohammad bin Zayed, Preside UAE dan Putra Mahkota Abu Dhabi dan saya, hari ini memutuskan untuk bergabung dengan upaya global mengirim manusia ke Mars,’’ kata Sheikh Mohammad, yang menjabat sebagai Wakil Presiden, Perdana Menteri UAE dan Emir Dubai itu.

 

Rencana pembangunan kota di Planet Mars yang bakal rampung pada tahun 2117. Menurut Al Maktoum, proyek yang diberi nama Mars 2117 tersebut, ‘’Adalah buah yang diunduh generasi baru yang sarat dengan gairah ilmu dan pengetahuan maju umat manusia,’’ tutur Al Maktoum. Meski tidak merinci program Mars 2117 itu, namun Al Maktoum mengungkapkan program itu melibatkan kolaborasi antara pemerintah Abu Dhabi dengan sejumlah organisasi.

 

‘’Kota yang ukurannya sebesar Chicago itu berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa,’’ tutur Saeed Al Gergawi, manajer komisi bidang ilmu dan riset World Government Summit, bermarkas di Dubai.

Sebelum mencapai Planet Mars, manusia harus melewati Planet Merah. Dan hanya AS satu-satunya negara yang berhasil mendaratkan kendaraan ruang angkasa di Mars, mengalahkan Rusia dan Eropa. Bekas presiden AS Barrack Obama telah melakukan misi ke Mars sebelum Mars 2117 milik UEA  dan bercita-cita AS mengirim manusia ke Mars sebelum tahun 2030-an.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 day ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

3 days ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

3 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago