Wakil Presiden AS Mike Pence ternyata menggunakan akun email pribadinya untuk menangani urusan kantor saat masih menjabat sebagai Gubernur Indiana tahun 2013-2017.
Chicago Tribune mengabarkan Jumat (3/3/2017) hal itu dibongkar oleh harian Indianapolis Star, yang memperoleh isi email milik Mike Pence dari AOL. Perusahaan media multinasional AS ini, diwajibkan membuka akun milik Mike Pence sebanyak 29 halaman, berdasarkan perintah Eric Holcomb, gubernur Indiana yang baru.
Dengan nama mpence1314@aol.com, Mike Pence antara lain memberi laporan ke FBI tentang berbagai kasus teror yang terjadi di Indiana. Termasuk di antaranya, upayanya melarang kedatangan pengungsi Suriah masuk ke Negara Bagian Indiana. Di bagian lain, Kara Brooks, bekas jurubicara Gubernur Mike Pence memuji kepiawaian bosnya saat tampil di sebuah acara televisi lokal.
Tentu saja pemakaian akun pribadi untuk urusan kantor itu jadi panjang urusannya. Sebab, dikhawatirkan akun pribadi itu rawan disusupi peretas dunia, termasuk dari Rusia dan Eropa Timur lainnya. ‘’Rusia tidak mengenal Demokrat atau Republik,’’ ujar Richard Painter, pengacara etika bekas Presiden George W. Bush. ‘’Mereka pasti gembira berhasil mendapatkan banyak bocoran dari Pence atau Donald Trump,’’ katanya.
Penggunaan email pribadi seperti itu, pernah dilakukan oleh Hillary Clinton, saat menjadi Menteri Luar Negeri AS. Waktu itu, Mike Pence begitu gencar menggempur Hillary dengan kasus tersebut. Tapi kini, banyak pihak yang balik menyerang Mike Pence. ‘’Jangan membandingkan dengan Hillary Clinton yang jelas-jelas ceroboh menangani informasi rahasia dong!’’ kata Mike Pence membantah pertanyaan wartawan. ‘’Kami telah mematuhi hukum yang berlaku di Indiana. Kami serahkan semua email agar bisa dibaca umum,’’ sambung Mike Pence.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…