Ratusan anggota parlemen China merupakan warga terkaya di Negara Panda itu dengan kekayaan bernilai total $ 500 miliar. CNN mengabarkan, Jumat (3/3/2017) hal itu diungkap oleh Hurun Report, yang memuat daftar orang-orang kaya China. Dalam laporannya, Hurun Report mengungkapkan sekitar 209 orang kaya China menjadi anggota Kongres Partai Nasional Rakyat China, parlemen China. Selain itu, banyak di antaranya yang menjadi pejabat di Konperensi Konsultan Politik Rakyat China, badan penasehat politik China.
Di antara nama-nama kondang, termasuk Ma Huateng yang dikenal dengan nama panggilan Pony. Pendiri dan CEO perusahaan teknologi Tencent ini menjadi anggota parlemen terkaya dengan kekayaan bernilai $ 24 miliar. Disusul oleh Li Yanhong atau Robin, kepala perusahan internet Baidu yang memiliki kekayaan sampai $ 14 miliar.
Kekayaan anggota parlemen China itu mengalahkan anggota parlemen Amerika. Hal ini dimungkinkan karena para anggota parlemen AS diminta melepaskan bisnisnya setelah menjadi anggota parlemen,untuk menghindari konflik kepentingan. Karena itu, menurut laporan Hurun, anggota Kongres China tidak punya wewenang sebesar anggota parlemen AS.
Dalam pertemuan tahunan, para anggota parlemen China akan hadir sebagai simbol belaka. Meski mereka memberikan suara, namun kata akhir terletak di tangan Partai Komunis China. ‘’Pertemuan politik yang berlangsung tiap tahun itu, menjadi kesempatan bagi para pengusaha kaya itu untuk melakukan lobi terhadap anggota Partai Komunis China yang menentukan kebijaksanaan ekonomi dan perdagangan,’’ tulis CNN.
Ingin merasakan sensasi terbang di atas punggung naga seperti dalam film How to Train Your…
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…