Komunitas Muslim di Philadelphia dan kota lainnya berlomba mengumpulkan dana untuk memperbaiki batu nisan di pemakaman Yahudi yang dirusak kelompok anti-Semitisme.
CNN mengabarkan Selasa (28/2/2017), Tarek El-Messidi, seorang aktivis Muslim menggelar kampanye pengumpulan dana untuk membantu memperbaiki taman pemakaman Yahudi St. Louis. ‘’Saya minta warga Muslim untuk membantu saudara kita kaum Yahudi dan bersama-sama melawan kelompok fanatisme,’’ tulisnya di akun Facebooknya. Tarek langsung mengunjungi pemakaman Yahudi tersebut dan menawarkan bantuan. ‘’Kita harus berdiri bersama melawan aksi rasialisme, anti-Semitisme dan Islamofobia,’’ tulisnya lagi.
Hingga Selasa sore, dana yang terkumpul telah mencapai $ 138 ribu, atau tujuh kali lipat lebih besar dari target awal yang hanya $ 20 ribu.
Sementara itu, anggota Komunitas Muslim Ahmadiyya AS, juga mengunjungi sejumlah pemakaman Yahudi yang dirusak. Salaam Bhatti, salah seorang jurubicara komunitas tersebut, sejumlah anggotanya telah berada di pemakaman Mount Carmel untuk membantu warga Yahudi yang tertimpa kemalangan. ‘’Serangan ini tidak hanya serangan bagi saudara-saudara kita kaum Yahudi, tetapi juga serangan terhadap komunitas umum lainnya,’’ Bhatti. ‘’Kami harus melindungi sesama umat manusia dari kejahatan ekstrimis,’’ kata Salaam Bhatti.
Di pemakaman Mount Carmel, Philadelpia tercatat 100 batu nisan digulingkan. Seminggu sebelumnya, sebanyak 170 batu nisan di Pemakaman Yahudi St. Lois, juga dirusak. Walikota Philadelpia, Jim Kenney telah mengunjungi pemakaman Yahudi sehari sebelumnya. ‘’Saya mendirikan kembali batu nisan bersama salah satu keluarga korban. Kakeknya dimakamkan di tepi ayahnya seorang pejuang Perang Dunia II,’’ tutur Jim Kenney.
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…