Mexican nationals wait to be seen at the Consulate General of Mexico, Friday, March 3, 2017, in Miami. The Mexican government is beefing up its aid to migrants in the U.S. through the creation of 50 legal assistance centers in response to President Donald Trump's measures to curb illegal immigration. (AP Photo/Alan Diaz)
Lima puluh konsulat jenderal Mexico di AS meluncurkan program bantuan bagi warga Mexico yang akan dideportasi Pemerintah Donald Trump.
Truthfeed mengabarkan Senin (6/3/201), program bantuan yang diluncurkan akhir pekan lalu itu, bekerjasama dengan sejumlah organisasi nirlaba dan pengacara AS. Ke-50 konsulat jenderal Mexico berhasil menghimpun dana sebesar $ 50 juta untuk program bantuan tersebut.
Konsul Jenderal Miami, Jose Antonio Zabalgoitia menjelaskan akhir pekan lalu, ‘’Pusat-pusat bantuan itu merupakan hak-hak bantuan yang diperlukan bagi migran Mexico,’’ katanya. Menurut Zabalgoitia, sebelumnya program seperti itu tidak dibutuhkan bagi warga yang butuh bantuan hukum. ‘’Tapi sekarang, program itu kita butuhkan untuk melindungi mereka dari upaya deportasi AS,’’ ujarnya melanjutkan. ‘’Kini kita prioritaskan persoalan hukum dan legal dibandingkan masalah lainnya,’’ sambung Jose Antonio Zabalgoitia.
Konsulat Jenderal Mexico di AS menjalin kerjasama dengan sekolah dan fakultas hukum di AS. Juga kantor klinik hukum dan kelompok non-profit yang berperan membela kaum imiran. Pusat-pusat bantuan itu dikelola oleh sejumlah pengacara dan ahli hukum warga Mexico yang akan mengirim kasus-kasus imgrasi ke sekolah-sekoah dan fakultas hukum lainnya. Mereka juga menghubungi kantor-kantor pengacara yang berniat membantu secara sukarela.
Menteri luar negeri Mexico Luis Videgaray yang berkunjung ke Konsulat Jenderal Mexico di New York, Jumat pekan lalu menyebut upaya ini merupakan kewajiban moral yang tak dapat ditawar lagi. ‘’Sesuatu yang akan tetap kita lakukan, karena menjadi kewajiban dan keyakinan kami,’’ kata Menlu Videgaray.
Dari 11 juta pendatang tanpa dokumen yang akan disapu Pemerintahan Trump, hampir 80% di antaranya adalah warga Mexico. Sisanya, berasal dari warga Afrika, China, Asia dan lainnya. Pendatang Indonesia termasuk dalam 2 persen imigran asing di AS.
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…
Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…
On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…
On Wednesday, May 6th, at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown, tech entrepreneurs…
Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…