Sebenarnya apa posisi Ivanka di Gedung Putih?

Ivanka Trump secara resmi menjabat sebagai penasehat Presiden Donald Trump dan menjadi pejabat Gedung Putih.

CNN mengabarkan Rabu (29/3/2017), dalam pernyataannya, Ivanka putri tertua Trump menjelaskan akan menjadi karyawan dan bekerja di West Wing tanpa dibayar. ‘’Saya dengar banyak yang prihatin dengan tugas saya sebagai penasehat presiden, dan saya mematuhi semua etika yang berlaku dan menjadi pegawai federal tanpa dibayar,’’ tulis Ivanka dalam pernyataan resminya. Dengan demikian, Ivanka sebagai penasehat Presiden Trump, bersedia menanda tangani formulir 278 yang intinya menyebutkan terikat dengan etika yang berlaku.

 

Dalam pernyataannya, Gedung Putih mengungkapkan ‘’Gembira bahwa Ivanka Trump memilih karirnya dari semula sebagai seorang putri Trump, kini menjadi penasehat presiden,’’ tulisnya. Pekan lalu Gedung Putih memastikan Ivanka Trump secara resmi akan pindah ke kantor kepresidenan West Wing, dan akan menjalani pemeriksaan keamanan serta mendapatkan peralatan komunikasi seperti layaknya pegawai tinggi pemerintah.

Ivanka dan putranya di sudut Gedung Putih. (ABC News)

Sumber CNN menyebutkan, pernyataan itu diutarakan Ivanka setelah banyak pihak yang curiga dengan peranannya sebagai relawan, tanpa digaji. Bahkan pengacara bidang etika, Norm Eisen dan Fred Wertheimer mengirim surat kepada Don McGhan, penasehat Gedung Putih mempertanyakan hal tersebut.

Melibatkan keluarga dekat seperti Trump juga pernah dilakukan Presiden George H.W. Bush yang melibatkan putranya George W. di gedung putih. Meski tidak ikut dalam pertemuan penting, George H.W. Bush tidak dapat diberhentikan dari jabatannya. ‘’Dan ini menjadikan preseden kurang baik bagi lembaga kepresidenan,’’ tutur Kate Andersen Brower, penulis ‘First Women: The Grace and Power of America’s Modern First Ladies’. Apalagi bila penasehat kepresidenan itu adalah Ivanka, yang dikenal dekat dengan ayahnya, Donald Trump.

 

 

.

Recent Posts

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

5 days ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

1 month ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 months ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

2 months ago